Bahlil kebut proyek gas Abadi Masela senilai Rp338 T, target konstruksi tahun depan-produksi 2029/30

Jeffrey Rawis
Kamis, 2 Juli 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 2/7/26 (Jakarta): Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan proyek ladang gas Abadi Masela di Maluku yang berstatus proyek strategis nasional (PSN) ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi pada 2027 mendatang.


Kini, menurut Bahlil, proyek tersebut segera memasuki babak baru setelah tertunda selama puluhan tahun. Pemerintah pun terus mendorong percepatan proyek tersebut agar hambatan investasi yang pernah terjadi tidak kembali terulang lagi.

Bahlil mengungkapkan, sejumlah tahapan krusial telah menunjukkan perkembangan positif, termasuk proses front-end engineering and design (FEED).

“Blok Abadi Masela ini puluhan tahun tertunda, tidak selesai-selesai. Setelah akhirnya sudah ada keputusan dan kajian, saya sampaikan kepada Inpex untuk segera berjalan. Sekarang alhamdulillah sudah berjalan. Tahun 2027 konstruksi,” ujar Bahlil di Jakarta, Kamis (25/6/26) lalu, dikutip media.


Salah satu aset gas bumi terbesar Indonesia

Selanjutnya Bahlil menambahkan, Blok Masela merupakan salah satu aset gas bumi terbesar yang dimiliki Indonesia saat ini.

“Tahun 2029 hingga 2030 sudah bisa berproduksi dan itu salah satu giant yang terbesar di Indonesia,” kata Bahlil lagi.

Target produksi pada periode 2029-2030

Saat ini, pemerintah menargetkan proyek yang dioperasikan oleh Inpex Corporation bersama mitranya tersebut dapat mulai berproduksi pada periode 2029-2030 guna memperkuat ketahanan energi nasional Indonesia.

Terkait itu juga, dalam kunjungan kenegaraan bersama Prabowo Subianto ke Jepang pada Maret 2026, Bahlil mendapat arahan untuk mempercepat dua agenda utama, yakni investasi transisi energi dan penyelesaian proyek strategis Blok Masela ini.

Karenanya, menindaklanjuti arahan tersebut, Bahlil mengundang CEO Inpex Corporation, Takayuki Ueda, untuk membahas percepatan pengembangan Blok Masela tersebut.

Komitmen Inpex mempercepat penyelesaian Proyek Abadi Masela

Diketahui, proyek senilai sekitar US$ 20 miliar atau setara Rp 338 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.900 per dolar AS itu menjadi salah satu proyek energi terbesar yang tengah didorong pemerintah.

Juga seperti dilansir Beritasatu.com, disebutkan, dalam pertemuan tersebut, Takayuki Ueda menyampaikan komitmen Inpex untuk mempercepat penyelesaian Proyek Abadi Masela ini. (P-*r/Bst/jr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan