Hebat! Briket tempurung kelapa Indonesia eksis di pasar dunia

Sem Muhaling
Selasa, 19 Mei 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 19/5/26 (Jakarta): Limbah tempurung kelapa dari Indonesia kini semakin menunjukkan eksistensinya di pasar internasional melalui produk arang briket berkualitas tinggi. Produk berbahan baku limbah kelapa itu dinilai menjadi salah satu terobosan ekonomi yang mampu menopang industri usaha kecil menengah (UKM) hingga pengusaha ekspor.

Pengamat Ekonomi Pertanian, Sony Sunarko, seperti dilansir dari jpnn.com menyebut pemanfaatan produk tempurung kelapa menjadi briket memberikan nilai tambah besar terhadap komoditas kelapa nasional yang selama ini identik dengan produk pangan dan turunannya.

Menurut dia, bahan baku utama briket berasal dari limbah buah kelapa pilihan yang banyak dihasilkan sejumlah daerah di Indonesia.

Sentra tempurung kelapa berkualitas

Produksi arang tempurung kelapa untuk kebutuhan ekspor berasal dari berbagai daerah penghasil kelapa di Indonesia. Di antaranya Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku Tengah, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Sumatra.

Daerah-daerah tersebut dikenal memiliki kualitas tempurung kelapa yang baik untuk diolah menjadi arang briket premium. Kelapa dengan usia tertentu dinilai menghasilkan kualitas arang yang lebih baik dan diminati pasar internasional.

Produk kelapa Indonesia diminati dunia

Selain briket arang, Indonesia juga dikenal sebagai penghasil berbagai produk turunan kelapa yang diminati pasar ekspor. Mulai dari tepung kelapa, coconut oil atau CNO, air kelapa, bungkil kelapa, hingga produk olahan lainnya.

Sony Sunarko mengatakan struktur tanah di Indonesia turut memengaruhi kualitas kelapa yang dihasilkan. Faktor tersebut membuat produk kelapa Nusantara memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Negara tujuan ekspor produk kelapa Indonesia antara lain China, kawasan Eropa, dan Timur Tengah. Meski permintaan ekspor terus meningkat, dia memastikan kondisi tersebut tidak memengaruhi ketersediaan stok untuk kebutuhan dalam negeri.

Dorong ekonomi UKM dan petani

Keberadaan industri briket tempurung dinilai memberikan dampak ekonomi cukup besar bagi masyarakat, terutama pelaku UKM dan petani kelapa di daerah penghasil.

Selain meningkatkan nilai jual limbah batok kelapa yang sebelumnya kurang dimanfaatkan, industri ini juga membuka peluang usaha baru serta memperluas lapangan pekerjaan di sektor pengolahan dan ekspor.

Permintaan pasar dunia terhadap arang briket produk samping kelapa ini diperkirakan masih akan terus meningkat seiring tren penggunaan bahan bakar ramah lingkungan di berbagai negara. (P-*r/sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025