Didera vertigo, Mariska Tunjung mundur dari pelatnas PBSI setelah 12 tahun membela Merah Putih

Harley DT
Jumat, 15 Mei 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 15/5/26 (Jakarta): Didera masalah kesehatan vertigo parah yang diderita sejak Maret 2025, pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung mundur dari pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (pelatnas PBSI).


Disebutkan, keputusan pengunduran diri Gregoria itu sudah dikomunikasikan dengan kepala pelatih tunggal putri utama Pelatnas PBSI, Imam Tohari.

Dalam surat pengunduran diri yang disampaikannya kepada PBSI, Gregoria mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan pelatih PP PBSI atas kesempatan, pengalaman, serta kepercayaan yang telah diberikan selama 12 tahun menjadi bagian dari Pelatnas PBSI.

Ia menyatakan, pengunduran diri ini dikarenakan kondisi kesehatan yang masih dalam proses pemulihan dari vertigo yang dideritanya. Ia merasa hingga saat ini merasa belum pulih sepenuhnya dan belum memiliki kepercayaan diri untuk kembali bertanding.


Akibat penyakit vertigo yang mendera dirinya sejak Maret 2025, membuat Gregoria sering absen dari sejumlah turnamen penting.

“Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan yang diambil dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Pusat PBSI, Eng Hian, dikutip dari keterangan resmi PBSI yang diterima di Jakarta, Jumat.

Lebih lanjut PBSI mengatakan menerima dan menghormati keputusan dari pebulu tangkis berusia 26 tahun tersebut dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian dan perjuangan Gregoria selama membela Merah Putih di berbagai ajang internasional.

Dalam keterangan yang dilansir dari Antara Jumat (15/5/26) siang, PBSI juga mendoakan agar Gregoria dapat segera pulih sepenuhnya dan terus meraih kesuksesan di masa mendatang.

Prestasi membanggakan Mariska

Dihimpun dari berbagai sumber, prestasi Gregoria Mariska Tunjung dalam membela Merah Putih dalam pertandingan-pertandingan kelas dunia, sungguh membanggakan. Ia merupakan salah satu pebulu tangkis tunggal putri andalan Indonesia yang mencetak sejarah penting bagi sektor putri bulu tangkis di ajang internasional.

Berikut adalah prestasi menonjol Gregoria Mariska Tunjung untuk Indonesia.

Medali Perunggu Olimpiade Paris 2024: Gregoria berhasil meraih medali perunggu di Olimpiade Paris 2024, menjadi medali pertama bagi kontingen Indonesia di ajang tersebut.

Sejarah Tunggal Putri: Ia mencetak sejarah dengan menjadi tunggal putri Indonesia pertama dalam 16 tahun terakhir yang berhasil mencapai semifinal Olimpiade, mengakhiri penantian panjang sejak era Maria Kristin Yulianti pada 2008.

Juara Dunia Junior BWF 2017: Gregoria mencetak sejarah sebagai juara dunia tunggal putri di Kejuaraan Dunia Junior BWF 2017 yang berlangsung di Yogyakarta.

Juara Japan Masters 2023: Ia mencatatkan namanya sebagai tunggal putri Indonesia pertama yang menjuarai turnamen level Super 500, yaitu Japan Masters 2023.

Prestasi Beregu: Gregoria juga berperan penting membawa Indonesia menjadi runner-up di Uber Cup 2024 serta meraih perunggu di Piala Sudirman 2019.

Medali Kejuaraan Asia Junior 2016: Ia meraih medali perak di Kejuaraan Asia Junior 2016 di Bangkok, Thailand.

Konsistensi Peringkat: Gregoria konsisten menempati peringkat atas dunia dan menjadi andalan tunggal putri terbaik Indonesia. Peringkat dunia tertinggi yang pernah dicapai Gregoria Mariska Tunjung adalah “Nomor 5 Dunia” BWF World Ranking pada 14 Januari 2025. (P-*/hdt)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan