Musda Golkar Maluku Tenggara ditunda, penikaman Nus Kei dikutuk keras

Herling Tumbel
Senin, 20 April 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 20/4/26 (Ambon): Akibat tewas tertikamnya Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar setempat ditunda.


Penundaan Musda yang semula dijadwalkan pada Kamis 23 April 2026 dilakukan setelah kasus penikaman terhadap Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4/26). Bandar Udara Karel Sadsuitubun – semula dikenal dengan nama Bandara Langgur – berlokasi di Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku.

“Sesuai jadwal Musda diselenggarakan tanggal 23 April, tetapi dengan melihat kondisi kemarin maka Musda diputuskan ditunda. Musdanya ditunda sampai ada pemberitahuan berikut,” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Maluku, Anos Jeremias, sebagaimana dilansir dari Kompas.com, Senin (20/4/26).

Anos menambahkan, penundaan dilakukan dengan mempertimbangkan situasi keamanan serta kondisi psikologis kader partai di Maluku Tenggara. Selain itu, penundaan juga sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum Ketua DPD.


“Golkar Maluku Tenggara sedang berduka. Ketua DPD meninggal dunia, otomatis Musda ditunda untuk menghormati beliau,” ujarnya.

Pelaku ditangkap

Seperti diberitakan sebelumnya, Agrapinus Rumatora diserang dan ditikam di kawasan Bandara Karel Sadsuitubun, sesaat setelah Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara itu baru tiba dari Jakarta, Minggu (19/4/26) sekitar pukul 11.25 WIT.

Dikabarkan, korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, tetapi kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Polres Maluku Tenggara telah menangkap dua orang terduga pelaku yang menikam Nus Kei berinisial HR (28) dan FU (36), dua jam setelah kejadian.

Hal itu setelah kepolisian melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. “Hasilnya dalam waktu kurang lebih dua jam, dua terduga pelaku berhasil diamankan,” ujar Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi kepada wartawan di Ambon, Minggu.

Saat ini, kedua terduga pelaku telah ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satuan Reskrim Polres Maluku Tenggara. Sementara untuk motif dari penyerangan tersebut masih didalami.

“Penanganan kasus ini dilakukan secara cepat dan terukur. Kami masih mendalami motifnya,” katanya.

Mengutuk keras

Menanggapi kejadian ini, DPD Golkar Maluku mengutuk dengan keras aksi penyerangan yang menewaskan Nus Kei tersebut. Menurut Ketua DPD Golkar Maluku, Umar Ali Lessy, insiden penikaman yang menewaskan Nus Kei merupakan pelanggaran hukum yang tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Untuk itu, ia meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut dan mengungkap motif di balik insiden yang terjadi. “Meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas peristiwa ini, menangkap pelaku serta mengungkap motif di balik kejadian tersebut secara transparan dan profesional,” kata Umar.

Menurut Umar, insiden yang menimpa Nus Kei merupakan peristiwa sangat serius yang tidak hanya berdampak bagi korban dan keluarganya namun juga berisiko mengganggu stabilitas dan kondusivitas di wilayah Maluku Tenggara.

Karena itu ia meminta semua pihak termasuk para tokoh masyarakat, agama, dan elemen pemuda untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat serta tidak menyebarkan informasi yang tidak bertanggung jawab.

Jangan terprovokasi

Umar juga mengimbau seluruh kader Partai Golkar di Maluku khususnya di Maluku Tenggara untuk tetap menahan diri tidak terprovokasi dengan kejadian yang terjadi. Ia meminta agar rasa solidaritas dan soliditas kader dapat ditunjukkan secara dewasa dan bukan dengan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.

“Mengimbau seluruh kader Partai Golkar Maluku khususnya Maluku Tenggara untuk tetap menahan diri, tidak terprovokasi dan selalu menjaga situasi tetap kondusif. Solidaritas harus ditunjukkan dengan sikap dewasa, bukan tindakan yang memperkeruh keadaan,” pintanya, sesuai berita Kompas.com Minggu (19/4/26).

Umar juga mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan tidak terpengaruh dengan isu-isu yang dapat memecah belah persaudaraan sesama orang bersaudara di Maluku. (P-*/ht)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan