
PRIORITAS, 9/3/26 (Kotamobagu) : Dalam upaya meningkatkan pemahaman keuangan sejak dini, Bank SulutGo (BSG) dan Bank Central Asia (BCA) bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) di Pondok Pesantren PKPPS Tahfidz Alquran Markaz Tidzkar, Kota Kotamobagu.
Acara yang dimulai setelah bakda shalat Dzuhur ini menyasar para santri dan tenaga pendidik guna memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan serta pengenalan produk perbankan yang aman dan diawasi oleh negara.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Musnadi Pobela, hadir dan memberikan sambutan atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu. Dia menekankan bahwa literasi keuangan adalah kecakapan hidup krusial di era digital.
“Kami sangat mengapresiasi langkah BSG, BCA, dan OJK yang masuk ke lingkungan pesantren. Ilmu mengelola keuangan sama pentingnya dengan ilmu akademik lainnya agar para santri tidak terjebak dalam praktik keuangan ilegal di masa depan,” ujar Kusnadi dalam arahannya.
Puncak acara yang digelar Kamis (5/3/2026) ini diisi dengan penyampaian materi oleh Megawati selaku perwakilan OJK SulutGo. Dia memaparkan peran OJK dalam melindungi konsumen, serta memberikan tips kepada para santri dalam menyisihkan uang sakunya untuk ditabung.
Materi yang dibawakan mencakup:
Waspada Investasi Bodong:
Mengenali ciri-ciri penipuan yang marak di media sosial.
Budaya Menabung:
Memperkenalkan produk tabungan simpel bagi pelajar/santri.
Pengelolaan Keuangan Digital:
Cara aman bertransaksi menggunakan layanan perbankan.
Kehadiran BSG dan BCA dalam satu panggung menunjukkan komitmen sektor perbankan untuk mendukung inklusi keuangan secara inklusif. Melalui program Gencarkan, diharapkan para santri Markaz Tidzkar tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an yang mumpuni, tetapi juga menjadi generasi yang cerdas secara finansial.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan pemberian apresiasi bagi santri yang mampu menjawab kuis seputar dunia perbankan dengan tepat.(P/dg)