Iran tolak proposal damai Amerika Serikat

Jeffry Wuisan
Rabu, 25 Maret 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 25/3/26 (Teheran): Iran menolak proposal damai Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Seperti dikutip Beritaprioritas.com hari Rabu (25/3/26), Iran justru mengajukan 5 poin yang sangat bertentangan dengan 15 syarat yang diajukan Presiden AS, Donald Trump.

Menurut stasiun televisi berbahasa Inggris milik pemerintah Iran, Press TV, seorang pejabat senior politik-keamanan Iran,  telah menanggapi secara negatif rencana AS untuk mengakhiri perang.

Pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya mengatakan tidak akan membiarkan Trump mendikte syarat atau waktu penyelesaian konflik.

Pejabat tersebut malah merinci lima syarat yang harus dipenuhi AS sebelum Iran setuju untuk mengakhiri perang, lapor Fox News.

Syarat pertama itu adalah penghentian total agresi dan pembunuhan yang dilakukan AS dan Israel.

Kedua, pembentukan mekanisme konkret untuk memastikan perang tidak akan terulang kembali di Republik Islam (Iran).

Pembayaran ganti rugi perang dan kompensasi yang terjamin dan didefinisikan secara jelas.

Kesimpulan dari perang di semua front dan untuk semua kelompok perlawanan, yang terlibat di seluruh wilayah tersebut.

Pengakuan dan jaminan internasional mengenai hak kedaulatan Iran, untuk menjalankan wewenang atas Selat Hormuz, jalur penting bagi minyak dunia.

“Iran akan mengakhiri perang ketika mereka memutuskan untuk melakukannya dan ketika syarat-syarat mereka sendiri terpenuhi”, kata pejabat itu.

Para pejabat Iran telah berulang kali mengatakan mereka menginginkan pengakhiran perang sepenuhnya, bukan hanya gencatan senjata.

Press TV melaporkan AS telah mengupayakan pembicaraan melalui berbagai jalur diplomatik, tetapi Iran menganggap usulan tersebut sebagai “berlebihan”.

 

Lebih 2000 tewas

Pemerintahan Presiden Donald Trump menangguhkan serangan ke Iran selama 5 hari dan menyampaikan proposal perdamaian 15 poin kepada Iran pada Selasa malam.

AS menyampaikan kesepakatan itu melalui pejabat Pakistan, yang telah menawarkan diri untuk bertindak sebagai perantara guna membantu mengakhiri perang di Timur Tengah.

Para pejabat Pakistan dilaporkan mengatakan proposal tersebut secara umum mencakup pencabutan sanksi, kerja sama nuklir sipil, pengurangan program nuklir Iran, pemantauan Badan Energi Atom Internasional, batasan rudal, dan akses pelayaran melalui Selat Hormuz.

Usulan ini muncul bersamaan dengan persiapan pemerintahan Trump untuk mengerahkan dua unit pasukan Marinir, yang akan menambah sekitar 5.000 tetara dan ribuan pelaut ke wilayah tersebut.

Langkah-langkah tersebut digambarkan sebagai manuver Trump untuk memberi dirinya “fleksibilitas maksimal” tentang apa yang akan dia lakukan selanjutnya, menurut Associated Press.

AS-Israel dan Iran telah memasuki 26 hari sejak 28 Februari 2026 lalu dan telah menyebabkan lebih dari 2.000 orang tewas di seluruh Timur Tengah.

Di Iran, serangan Israel dan Amerika telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, menurut Palang Merah Iran.

Setidaknya 1.000 orang tewas di Lebanon, dan 17 orang tewas di Israel.

Tiga belas anggota militer AS tewas, dan dua lainnya meninggal karena sebab non-tempur.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025