IKA GMNI Manado kupas ‘realistic game theory’ dan penerapannya di dunia nyata

Johanes Christiaan
Jumat, 27 Februari 2026
DAERAH NEWS 0 359
2 menit membaca

PRIORITAS, 27/2/2026 (Manado): Ketua IKA GMNI Kota Manado, Rando Mapaliey, memaparkan pandangannya mengenai Realistic Game Theory, sebuah pendekatan teori permainan klasik yang disesuaikan agar lebih mencerminkan perilaku manusia di dunia nyata, termasuk faktor emosi, keterbatasan informasi, dan dinamika sosial.

Rando menjelaskan bahwa teori permainan konvensional selama ini mengasumsikan pemain selalu bertindak rasional. Padahal dalam praktiknya, pengambilan keputusan manusia sarat dengan pengaruh psikologis dan situasional.

“Pendekatan yang lebih realistis ini membuat teori permainan sangat berguna dalam ekonomi, negosiasi, politik, hingga strategi bisnis,” tuturnya dalam satu perbincangan dengan PRIORITAS, di Manado, Jumat (27/2/2026).

Rando kemudian menguraikan empat elemen utama dalam teori permainan realistik, masing-masing: Penyimpangan dari rasionalitas murni. Keputusan manusia kerap dipengaruhi emosi, ketakutan, loyalitas, serta faktor non-rasional lainnya. Berikutnya, informasi tidak lengkap. Dalam situasi nyata, pemain tidak selalu mengetahui strategi lawan secara utuh dan sering menghadapi ketidakpastian.

Selanjutnya, tetap menggunakan keseimbangan Nash (Nash Equilibrium). Konsep Keseimbangan Nash tetap menjadi fondasi, di mana tidak ada pemain yang memperoleh keuntungan dengan mengubah strateginya secara sepihak. Terakhir, permainan berulang (Repeated Games). Interaksi yang berlangsung berulang memungkinkan terbentuknya reputasi, kepercayaan, hingga tindakan pembalasan.

Penerapan di dunia nyata

Rando menegaskan bahwa teori ini telah banyak diterapkan dalam berbagai sektor. Ia mencontohkan persaingan harga antara perusahaan global seperti Coca-Cola dan Pepsi, yang menggunakan teori permainan untuk memprediksi langkah kompetitor dalam perang harga.

Dalam dunia politik dan bisnis, negosiasi kontrak maupun konflik internasional kerap menyerupai chicken game, yaitu situasi ketika dua pihak harus memilih antara mundur atau menghadapi risiko besar.

Pada ranah pemasaran, teori permainan digunakan untuk menentukan kombinasi harga, kualitas produk, dan strategi promosi. Sementara dalam sektor konservasi, organisasi seperti World Wide Fund for Nature memanfaatkan perangkat lunak berbasis teori permainan untuk memprediksi pergerakan pemburu liar dan mengoptimalkan rute patroli keamanan.

Menutup penjelasannya, Rando menilai teori permainan realistik telah menjadi instrumen penting dalam memahami strategi perilaku manusia di berbagai konteks. “Teori permainan realistik berfokus pada strategi optimal berdasarkan situasi terbatas dan perilaku nyata. Ini menjadi alat penting dalam manajemen strategis dan pengambilan keputusan,” ujarnya. (P-Deon Y. Wonggo)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025