
Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran. (‘Courtessy’ Antara/Anadolu)PRIORITAS, 19/4/26 (Hamilton): Sikap tegas dinyatakan Presiden Donald Trump yang memperingatkan, Amerika Serikat (AS) akan mengambil “debu nuklir” –mengacu kepada stok uranium yang diperkaya– Iran dengan paksa jika tidak tercapai kesepakatan. Selain itu, Trump sekaligus menegaskan tidak akan ada pungutan di Selat Hormuz yang diblokade AS.

“Kami akan masuk ke Iran, dan kami akan mengambilnya bersama-sama, lalu membawanya kembali ke AS,” kata Trump kepada wartawan pada Jumat (17/4/26) waktu setempat, atau Sabtu (18/4/26) WIB, dalam perjalanan kembali ke Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland, AS.
“Jika kami tidak melakukannya, kami akan mendapatkannya dalam bentuk lain, bentuk yang jauh lebih tidak bersahabat,” lanjutnya.
Blokade tetap ada

Ketika ditanya apakah ia akan memperpanjang gencatan senjata atau melanjutkan serangan jika tidak ada kesepakatan yang tercapai pada Rabu—ketika gencatan senjata dua minggu yang dimediasi Pakistan berakhir—Trump membuka kemungkinan dimulainya kembali serangan baru.
“Mungkin saya tidak akan memperpanjangnya, tetapi blokade akan tetap ada. Namun mungkin saya tidak akan memperpanjangnya, jadi Anda memiliki blokade, dan sayangnya, kami harus mulai menjatuhkan bom lagi,” ungkapnya.
Merespins klaim Iran masih ada perbedaan, Trump berkata: “Mereka harus mengatakan sesuatu yang berbeda karena mereka punya pihak yang harus mereka layani. Saya hanya mengatakan apa adanya.”
Adapun terkait kemungkinan pungutan di Selat Hormuz, Trump mengatakan: “Tidak. Tidak mungkin.”
“Pembatasannya adalah Anda tidak boleh memberlakukan pungutan. Tidak akan ada pungutan,” tegas Donald Trump, seperti dilansir Antara dari Anadolu. (P-*r/se)

