Transformasi kota hutan IKN melesat: RHL capai 1.805 ha, perhutanan sosial diperkuat

Johanes Christiaan
Senin, 2 Maret 2026
2 menit membaca

Raja Juli Antoni: IKN Siap Jadi Forest City

PRIORITAS, 2/3/2026 (Nusantara): Cita-cita menjadikan Ibu Kota Nusantara sebagai forest city bukan sekadar slogan, melainkan gerakan nyata yang terus ditanamkan dari akar hingga kanopi. Komitmen itu terlihat saat Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan RI, melakukan kunjungan kerja ke kawasan Nusantara, Sabtu (28/2/2026).

Dalam agenda tersebut, ia melakukan penanaman pohon di area Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) serta di Plaza Bhineka Tunggal Ika, menegaskan arah pembangunan IKN yang berpijak pada prinsip keberlanjutan lingkungan. Pada kesempatan yang sama, Raja Juli Antoni juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial kepada empat Kelompok Tani Hutan di Kalimantan Timur, sebagai langkah memperkuat peran masyarakat dalam menjaga dan mengelola hutan secara berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kehutanan didampingi Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, serta Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud. Mereka meninjau progres RHL yang telah mencapai 1.805 hektare, menggantikan kawasan hutan monokultur eukaliptus menjadi hutan hujan tropis baru.

Jenis tanaman yang ditanam meliputi multi purpose tree species (MPTS), spesies asli dan endemik Kalimantan seperti meranti, kapur, gaharu, medang, nyamplung, nyatoh, hingga tanaman cepat tumbuh untuk percepatan pemulihan ekosistem. Perubahan ini sudah menunjukkan hasil: vegetasi semakin variatif, satwa seperti burung mulai kembali, dan fungsi ekologis kawasan membaik.

“Hutan sebagai sumber daya alam dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat. Kami mendukung penuh IKN terutama dalam aspek penghijauan,” ujar Raja. Ia menegaskan bahwa rehabilitasi yang berjalan dua tahun ini sudah terlihat nyata pertumbuhannya.

Penguatan perhutanan sosial juga menjadi fokus kunjungan. Penyerahan SK kepada Kelompok Tani Hutan merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar masyarakat sekitar memperoleh akses kelola, manfaat ekonomi, dan keterlibatan aktif dalam pembangunan kehutanan di wilayah IKN.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. “Kunjungan ini adalah komitmen menjaga keseimbangan pembangunan IKN dan kelestarian hutan,” ujarnya.

Kunjungan ditutup dengan salat tarawih berjemaah di Masjid Negara IKN, mempertegas bahwa pembangunan IKN tidak hanya menitikberatkan infrastruktur dan lingkungan, tetapi juga harmoni sosial dan spiritual sebagai fondasi kota masa depan Indonesia. (P-*/bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025