PRIORITAS , 20/8/26 (Manado): BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan program pelatihan Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) UMKM di Kota Manado.
Program tersebut mendorong kemandirian ekonomi ahli waris peserta jaminan sosial ketenagakerjaan. Selain itu, PEKA membekali peserta dengan kemampuan mengembangkan usaha secara produktif.
Pejabat sementara Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Utara Juwenli Jona Librata Soselisa mengatakan PEKA menyasar ahli waris penerima manfaat. Puluhan warga Manado menjadi peserta pertama program pelatihan kewirausahaan tersebut.
“PEKA merupakan program pelatihan kewirausahaan untuk ahli waris penerima manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan,” kata Soselisa di Manado, Kamis (20/8).
Arahkan santunan menjadi modal usaha
Melalui PEKA, peserta mendapat pelatihan tata kelola dan manajemen usaha. Mereka juga mempelajari perizinan UMKM, akses permodalan, hingga strategi pemasaran.
BPJS Ketenagakerjaan menggandeng sejumlah mitra BUMN dalam pelaksanaan program tersebut. Kolaborasi itu bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi para penerima manfaat.
Soselisa mengatakan peserta perlu memanfaatkan santunan secara lebih produktif. Namun, mereka tetap harus memperoleh perlindungan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Selama ini santunan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan pendidikan. Ke depan, kami berharap lebih produktif,” ujarnya.
Cegah kemiskinan baru
Peserta PEKA berasal dari istri atau ahli waris penerima manfaat sejumlah program jaminan sosial. Mereka mencakup penerima Jaminan Kematian (JKm), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Hari Tua (JHT).
Selain itu, program tersebut menyasar orang tua penerima beasiswa. BPJS Ketenagakerjaan berharap bantuan yang diterima dapat menjadi modal usaha produktif.
“Peserta dilatih dan diarahkan agar santunan menjadi modal usaha produktif,” kata Soselisa. Langkah tersebut, menurut dia, dapat mencegah kemiskinan baru setelah keluarga kehilangan tulang punggung.
Karena itu, PEKA tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan. Program ini juga mendorong penerima manfaat membangun kembali kehidupan ekonomi keluarganya.
Bekali pengalaman praktis berwirausaha
Soselisa berharap para penerima manfaat dapat memiliki usaha setelah mengikuti pelatihan. Dengan demikian, santunan yang mereka terima tidak berhenti untuk kebutuhan konsumtif.
“Kami berharap mereka yang menjadi penerima manfaat ini bisa punya usaha,” katanya. Ia menilai penerima manfaat perlu mengelola bantuan secara terencana dan berkelanjutan.
Selama pelatihan, peserta mendapat materi dari Dinas Koperasi dan UMKM Manado. Selain itu, perbankan dan pelaku UMKM berpengalaman turut memberikan materi kewirausahaan.
Materi tersebut kiranya membantu peserta memahami tantangan nyata dalam menjalankan usaha. Dengan bekal itu, peserta dapat mengembangkan keterampilan sesuai potensi masing-masing.
Ceni Papendang: Pelatihan sangat berarti
Ceni Papendang menjadi salah satu peserta Program PEKA di Manado. Warga Bahu Lingkungan I itu mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan.
“Ini sangat berarti bagi saya. Pengetahuan yang diberikan sangat berguna,” kata Ceni seperti dilansir dari Antara News.
Ceni memiliki keahlian merias dan mengolah berbagai produk kuliner. Karena itu, pelatihan PEKA dapat membantunya mengembangkan keterampilan tersebut menjadi usaha yang lebih produktif.
Melalui program tersebut, BPJS Ketenagakerjaan berharap ahli waris tidak hanya menerima santunan. Mereka juga kiranya mampu membangun sumber penghasilan baru secara mandiri. (P-*Ant/sm)








