PRIORITAS, 8/10/26 (Padang): Sekolah Rakyat yang dihadirkan pemerintah untuk keluarga tidak mampu, kini telah memiliki murid 44 ribu.
"Hingga hari ini jumlah siswa Sekolah Rakyat di seluruh wilayah Indonesia sebanyak empat puluh empat ribu orang," ungkap Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia Saifullah Yusuf di Padang, Sumatera Barat, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan Mensos dalam kegiatan Pelatihan Wali Asuh dan Wali Asrama di Balai Besar Pendidian dan pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPKS).
Disebutkanya, ribuan anak tersebut berstatus sebagai siswa di 182 Sekolah Rakyat yang ada baik itu tingkat SD, SMP, dan SMA.
Ikatakannya, pemerintah bertekad terus meningkatkan kualitas, mutu, serta fasilitas kepada peserta didik supaya anak-anak tersebut bisa menyongsong masa depan yang lebih cerah lewat jalan pendidikan.
Selanjutnya ia mengemukakan umumnya para siswa itu adalah anak-anak di usai sekolah yang putus sekolah, belum pernah sekolah, dan berpotensi untuk putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.
Harapan baru
Adapun Sekolah Rakyat hadir sebagai harapan baru bagi anak-anak tersebut agar mereka bisa memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa harus memikirkan biaya, sesuai harapan Presiden yaitu "Memutus mata rantai kemiskinan lewat pendidikan".
Bahkan seluruh kebutuhan pendidikan siswa ditanggung oleh negara secara gratis, mulai dari biaya pendidikan, pakaian, seragam, buku, alat tulis, hingga sistem asrama.
Dikatakanya, ke depannya Presiden memproyeksikan Sekolah Rakyat bisa bertransformasi seluruhnya dari gedung sementara menjadi gedung permanen.
Sebab pada saat ini belum semua Sekolah Rakyat yang memiliki gedung permanen, salah satu kendala adalah penyediaan lahan untuk pembangunan.
"Namun dalam jangka pendek Presiden menargetkan satu Sekolah Rakyat pada setiap kabupaten atau kota bisa memiliki gedung permanen, konsolidasi terus kami lakukan bersama pemerintah daerah," ujarnya.
Karena itu, gedung permanen itu ditargetkan bisa menampung kapasitas lebih dari 2.000 orang mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA.(P-*/am)








