PRIORITAS, 8/10/26 (Batam): Pertumbuhan penduduk dan pesatnya investasi membuat kebutuhan air bersih di Kota Batam melonjak tajam. Pasalnya, delapan waduk yang ada saat ini mulai kewalahan memenuhi konsumsi harian masyarakat.
BP Batam kini tengah mengkaji opsi penyaluran air baku langsung dari Kabupaten Lingga.
Langkah ini menjadi bagian dari penyusunan rencana induk (roadmap) tata kelola air secara menyeluruh. Pemerintah ingin memastikan ketersediaan pasokan air tetap terjamin aman hingga puluhan tahun mendatang seperti dilansir dari ANTARA.
“Kami sudah tiga kali pertemuan dengan deputi BP Batam, pihak ABH (Air Batam Hilir) dan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum). Saya minta dibuat secepat mungkin roadmap tentang tata kelola air di Batam,” kata Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Rabu (7/10/2026).
“Ketersediaan air baku di Batam menjadi perhatian karena pertumbuhan Batam, baik pertumbuhan penduduk, pembangunan dan rumah, maupun ekonomi dan investasi, semuanya mengindikasikan kebutuhan air bersih yang meningkat dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Air Dari Kabupaten Lingga Dinilai Lebih Melimpah Walau Membutuhkan Biaya Tinggi
Selanjutnya, hasil studi membeberkan bahwa Kabupaten Lingga memiliki debit air jauh lebih melimpah ketimbang Bintan. Pasokan air raksasa tersebut sanggup menjamin kebutuhan domestik maupun industri Batam dalam jangka panjang.
Teknis penyalurannya bakal menggunakan instalasi pipa melintasi lautan menuju pulau utama Batam.
Namun, proyek infrastruktur megah ini membutuhkan suntikan dana investasi yang sangat fantastis. Otoritas kini sibuk menghitung skema pembiayaan terbaik bersama calon investor serta Pemkab Lingga.
“Lingga memiliki sumber air dengan debit lebih besar sehingga dinilai lebih menjamin ketersediaan jangka panjang, tetapi membutuhkan biaya pembangunan yang tinggi,” katanya.
“Kalau kita pilih opsi mengalirkan air dari luar Batam, jika anggaran cukup atau investor sanggup, kita harus memilih Lingga. Karena ketersediaan jangka panjang lebih terjamin,” katanya.
“Angkanya cukup besar. Kalau menggandeng investor mereka juga pasti akan cermat tentang break-even point, atau pengembalian modalnya,” kata Amsakar.
Pemerintah Juga Pertimbangkan Opsi Waduk Baru Serta Perbaikan Pipa Tua
Sementara itu, proyek air Lingga sebenarnya sudah pernah dikaji oleh para ahli sejak tahun 1991. Pemerintah kini tinggal menyesuaikan studi lama tersebut dengan kalkulasi biaya serta teknologi masa kini.
Selain impor air, BP Batam juga menyiapkan skema pembangunan waduk baru di dalam kota.
Peremajaan jaringan pipa tua yang sudah berumur puluhan tahun turut menjadi prioritas utama penanganan. Langkah terpadu ini diharapkan sanggup mengakhiri krisis air bersih yang kerap mengintai warga Batam. (P-*Ant/Gio R)








