Kepala DKP Provinsi Kepulauan Riau, Said Sudrajad. (Antara)PRIORITAS, 25/11/2025 (Batam): Upaya percepatan penetapan Kawasan Konservasi di perairan Lingga dan Batam terus digenjot melalui kolaborasi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri, Pokja Zonasi Kawasan Konservasi, serta dukungan teknis Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dalam Program Koralestari.
Informasi yang diperoleh dari DKP Kepri, Selaa (25/11/25) menyebutkan, langkah ini menjadi kunci menjaga kesehatan ekosistem bahari sekaligus memperkuat pondasi ekonomi biru di Kepulauan Riau.
Diinformasikan, Kepala DKP Kepri Said Sudrajad, dalam keterangannya menegaskan pentingnya menjaga momentum partisipasi hingga finalisasi penetapan zonasi.
Rancangan tersebut menitikberatkan pada perlindungan ekosistem penting seperti terumbu karang, lamun, dan mangrove, sekaligus membuka ruang bagi perikanan berkelanjutan dan wisata bahari yang ramah lingkungan.
Inisiatif tersebut menegaskan bahwa konservasi bukan sekadar penetapan batas wilayah, tetapi komitmen memastikan perlindungan ekosistem berjalan berdampingan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Keberhasilannya sangat bergantung pada keterlibatan publik. Melalui dua kali konsultasi pada September–Oktober 2025, ratusan perwakilan desa, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi lokal, nelayan, hingga Suku Laut ikut menyampaikan aspirasi.
Partisipasi ini memastikan rancangan zonasi benar-benar menyesuaikan kebutuhan ekologis, sosial, dan ekonomi di lapangan. (P-Jeff K)
No Comments