Tonton Youtube BP

‘Satukan Aksi Basmi Korupsi’, diskusi publik kolaborasi Rako-GAN

Deky Geruh
16 Nov 2025 09:05
2 minutes reading

PRIORITAS, 16/11/24 (Manado) : Menggalang sekaligus beri edukasi pencegahan dan pemberantasan korupsi, kolaborasi LSM Rakyat Anti Korupsi (Rako) dan Garuda Astacita Nusantara (GAN) menggelar diskusi publik bertajuk “Satukan Aksi Basmi Korupsi”.

Diskusi digelar pada 17 November 2025 di Ballroom Swiss-Belhotel Maleosan, Kota Manado, menghadirkan puluhan organisasi mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, serta kelompok antikorupsi.

Kegiatan ini bertujuan mendorong dialog dua arah antara pemerintah dan aparat penegak hukum (APH) mengenai program pencegahan serta penindakan korupsi.

Ketua LSM Rakyat Anti Korupsi (RAKO) sekaligus ketua Garuda Astacita Nusantara (GAN) Sulawesi Utara Harianto Nanga, mengatakan sedikitnya 35 organisasi mahasiswa, 10 organisasi kemasyarakatan, dan puluhan kelompok anti korupsi telah mengonfirmasi kehadiran.

Harianto mengatakan, pihaknya mengharapkan perwakilan pemerintah dan APH dapat hadir memberikan sosialisasi kepada organisasi mahasiswa serta kemasyarakatan mengenai program pencegahan korupsi, bagaimana penindakan aparat penegak hukum terhadap laporan korupsi yang ditangani.

“Kami harapkan pemerintah dapat memberikan sosialisasi bagaimana program gubernur dalam pencegahan korupsi dan bagaimana penindakan APH terhadap laporan korupsi yang ditangani dan sedang berproses serta membuka ruang diskusi bersama para peserta,” ujar Harianto.

“Kami ingin ada diskusi dua arah yang menghasilkan solusi. Keterbukaan informasi adalah kunci sukses program yang dicita-citakan,” lanjutnya.

Ketua Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Utara dipastikan hadir dan menjadi salah satu pemateri.

Panitia juga menyiapkan sesi pemberian penghargaan kepada media, lembaga, badan publik pemerintah, dan mitra yang dinilai berkontribusi dalam transparansi dan pencegahan korupsi.

Menurut Harianto, Rako ingin memastikan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto berjalan sesuai koridor, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah dan APH.

“Komunikasi dua arah dapat menghilangkan keraguan terkait upaya pencegahan, penindakan, dan pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari meningkatnya inisiatif masyarakat sipil dalam mengawasi tata kelola pemerintahan, di tengah besarnya perhatian publik terhadap efektivitas lembaga antikorupsi dan upaya pemerintah meningkatkan transparansi.(P/dg)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x