Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, bersama jajaran melakukan kunjungan ke wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara pada Jumat (27/02/2026). Kunjungan ini menegaskan kehadiran Otorita IKN dalam mendukung sekaligus memperkuat keterlibatan dengan masyarakat di wilayah delineasi IKN. (Humas OIKN)PRIORITAS, 1/3/2026 (Kutai Kertanegara): Pembangunan ibu kota baru tak hanya bertumpu pada beton dan baja, tetapi juga pada denyut ekonomi rakyat di sekitarnya. Otorita Ibu Kota Nusantara terus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam membangun Nusantara, termasuk dengan mengoptimalkan potensi ekonomi lokal di wilayah pesisir.
Komitmen itu terlihat saat Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, meninjau langsung kawasan tambak di Desa Muara Sembilang, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, akhir pekan lalu. Kunjungan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan IKN diarahkan agar memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Masuk dalam wilayah delineasi IKN, Muara Sembilang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata sekaligus sentra produksi pangan lokal, seperti bandeng, udang, dan rumput laut. Penguatan potensi tersebut merupakan bagian dari langkah diversifikasi ekonomi dalam kerangka Superhub Ekonomi Nusantara (SEN).
Basuki menilai potensi lokal masyarakat pesisir harus terus didorong agar memiliki nilai tambah dan daya saing. “Tadi kami mengunjungi Tanjung atau Muara Sembilang, desa nelayan yang berpotensi menjadi desa wisata. Produknya luar biasa, apalagi ikan bandeng tambaknya besar-besar. Ada juga amplang, udang, dan kepiting. Saya yakin Pertamina lebih piawai dalam pemberdayaan melalui program CSR,” ujarnya.
Tahap berikutnya, pengembangan produk diharapkan tidak lagi sebatas produk sederhana, melainkan produk turunan bernilai tinggi. Mulai dari bubuk protein berbasis bandeng dan udang untuk fortifikasi pangan, hingga bahan baku kosmetik dan farmasi dari rumput laut.
Kunjungan tersebut disambut hangat masyarakat. Supratman, Pelaksana Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan, mengaku bangga atas perhatian Otorita IKN.
“Senang sekali, karena jarang ada pejabat penting datang ke tempat kami. Apalagi lokasi kami ini paling ujung dan terpencil,” ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Kepala Otorita IKN juga menyempatkan diri berkunjung ke Masjid Besar Darussalam sebagai bagian dari silaturahmi di Bulan Suci Ramadan.
Melalui pendekatan inklusif, Otorita IKN memastikan pembangunan Nusantara memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Mereka tidak hanya diposisikan sebagai penerima dampak, tetapi sebagai pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi kawasan, termasuk wilayah pesisir yang masuk dalam delineasi pembangunan IKN. (P-*/bwl)