Rocky Gerung ingat Bung Karno? Sebut Marhaenisme jadi jalan keluar kegelisahan politik generasi Z

Sem Muhaling
Rabu, 5 Agustus 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 4/8/26 (Malang): Pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung, sepertinya ingat Bung Karno (BK), lalu menyebut ideologi Marhaenisme (yang dicetuskan BK masih relevan sebagai pijakan bagi generasi muda Indonesia dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan politik saat ini.

Rocky menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara utama dalam bedah buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z” karya Dr. Airlangga Pribadi di Aula Lantai 7 Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang (UNM), belum lama ini.

Menurut Rocky, banyak anak muda saat ini mengalami kegelisahan berkepanjangan karena tidak memiliki arah ideologis yang jelas dalam memahami dinamika kehidupan berbangsa.


Ideologi menjawab kegelisahan anak muda

Dalam pemaparannya, Rocky mengatakan kelelahan yang terasakan oleh generasi muda bukan sekadar persoalan ekonomi atau tekanan sosial, melainkan akibat hilangnya orientasi ideologi.

“Anak muda sekarang berada dalam kondisi gelisah. Kelelahan itu hanya bisa teratasi oleh ideologi,” ujarnya.

Ia menilai kontestasi politik saat ini semakin jauh dari perdebatan gagasan dan lebih didominasi kepentingan pragmatis.

Menurutnya, praktik transaksional lebih banyak mewarnai  persaingan politik. Tidak lagi bertumpu pada pertarungan ideologi. Karena itu generasi muda kehilangan referensi mengenai nilai-nilai perjuangan politik.

Marhaenisme arah baru nasionalisme

Dalam forum tersebut, Rocky menegaskan Marhaenisme dapat menjadi dasar pembaruan nasionalisme Indonesia, khususnya bagi generasi muda.

Ia berharap gagasan yang lahir dari Malang mampu membuka ruang diskusi baru mengenai arah ideologi bangsa.

Rocky menyebut Marhaenisme merupakan satu di antara sedikit ideologi yang masih memiliki ruang dalam percakapan publik Indonesia. Karena itu generasi muda laak mempelajarinya kembali.

Singgung jalan kiri dan pemerintahan Prabowo

Pada bagian akhir paparannya, Rocky juga menyinggung konsep “jalan kiri” yang menurutnya melekat pada Marhaenisme.

Ia mengaitkan gagasan tersebut dengan wacana sosialisme Presiden Prabowo Subianto serta mendorong partai-partai politik kembali membahas fondasi ideologis bangsa.

Melansir Terasdepok.com, Rocky mengatakan, Indonesia sejak awal berdiri dengan cita-cita keadilan sosial. Cita-cita itu tidak perlu dipandang negatif hanya karena dikaitkan dengan istilah “jalan kiri”.

Bedah buku tersebut menjadi ruang diskusi mengenai relevansi Marhaenisme di tengah tantangan zaman, sekaligus mendorong generasi muda memperkuat literasi ideologi dalam menghadapi perubahan sosial dan politik yang semakin kompleks. (P-*/sm)


Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan