Ribuan orang berkumpul di pantai Bondi, Sydney, Australia, untuk menghormati 15 korban tewas akibat serangan teroris (sitthixay ditthavong-9news)PRIORITAS, 21/12/25 (Sydney): Ribuan orang yang menghadiri peringatan seminggu tragedi penembakan massal di pantai Bondi, Sydney, malam ini, mencemooh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.
Albanese dinilai lalai dan gagal melindungi warganya, sehingga menyebabkan 15 orang tewas dan 42 lainnya terluka dalam serangan teroris di pantai Bondi, Minggu lalu.
“Albanese telah menghadapi kritik sejak pembantaian itu, atas tuduhan pemerintahannya gagal melindungi komunitas Yahudi. Ia juga tidak menghadiri pemakaman semua korban”, demikian laporan media 9 News seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Minggu (21/12/25).
Hadir dalam acara dengan mengenakan kippah sebagai tanda penghormatan dalam upacara yang khidmat, Albanese mengalami sendiri ketidakpuasan warga itu.
Saat presiden Dewan Perwakilan Yahudi NSW, David Ossip, mengumumkan para tokoh penting yang hadir, terdengar sorakan ejekan keras untuk Albanese dari kerumunan orang yang berjumlah ribuan.
Ossip akhirnya meredakan keributan dari orang-orang yang tidak puas.
Sedangkan ketika nama Perdana Menteri New South Wales (NSW) Chris Minns disebut, tepuk tangan meriah terdengar.
Apalagi saat Ossip menyoroti Minss tidak pernah absen dalam satu pun upacara pemakaman para korban.
Tepuk tangan serupa juga diberikan kepada Pemimpin Oposisi NSW, Kellie Sloane, yang menurut Ossip telah pergi ke Pantai Bondi pada malam serangan untuk membantu para korban. “Itulah keberanian, itulah keteguhan hati,” katanya.
Takut kebenaran terungkap
Ossip mengatakan masih banyak yang perlu dilakukan, dan terdengar sorak sorai yang keras ketika dia mengatakan membutuhkan komisi kerajaan, untuk mengungkap akar permasalahan bagaimana serangan teror itu terjadi.
“Kami takut dan menduga bahwa momen ini akan datang”, ujarnya.
PM Albanese telah mengumumkan tinjauan akan dilakukan terhadap badan intelijen dan penegak hukum federal negara itu menyusul penembakan di Bondi, tetapi belum memerintahkan pembentukan komisi kerajaan.
Pemimpin Partai Nasional, David Littleproud, menilai Albanese takut kebenaran akan terungkap jika ada komisi kerajaan federal.
“Ada banyak sekali kegagalan di sini selama dua setengah tahun terakhir. Tanda-tanda peringatan sudah ada sejak tanggal 8 Oktober 2023”, bebernya.
Menurut dia, pemerintah harus bercermin pada diri sendiri. Harus melihat kegagalan keputusan yang dibuat di tingkat politik dan di tingkat intelijen.
‘Direbut kembali’
Dalam peringatan seminggu setelah serangan teror, ribuan orang ikut mengheningkan cipta selama satu menit dilakukan pada pukul 18.47 (AEDT), menandai waktu tepat ketika tembakan pertama terdengar.
Seberkas cahaya diproyeksikan ke langit di atas Paviliun Bondi dan lilin-lilin menorah dinyalakan sebagai penghormatan kepada para korban. Michael, ayah dari korban termuda, Matilda yang berusia 10 tahun, menyalakan lilin terakhir.
Perdana Menteri NSW, Chris Minns, mengatakan pantai Bondi telah “direbut kembali” dengan dihadirinya begitu banyak orang dalam acara peringatan tersebut.
“Hati saya sedih atas nyawa yang telah direnggut di sini. Kami sangat menyesal. Dengan rendah hati saya mengakui bahwa pemerintah dan tugas tertingginya adalah melindungi warga negara dan kami tidak melakukan itu seminggu yang lalu”, kata Minss.
Perdana Menteri NSW mengakui realitas itu sangat membebani dirinya, sehingga ia harus menerima tanggung jawab itu.
Minns mengatakan pembantaian itu adalah upaya untuk meminggirkan dan mengintimidasi serta menimbulkan rasa takut bagi rakyat.
“Namun, kalian telah menghadapi intimidasi ini selama ribuan tahun. Malam ini, berkat komunitas Yahudi Australia pada malam terakhir Hanukkah ini, kalian telah merebut kembali Pantai Bondi untuk kami”, tegasnya.
Meskipun serangan itu menargetkan orang-orang Yahudi, Minns mengatakan rasa sakit itu dirasakan oleh semua warga Australia.(P-Jeffry W)