Presiden Venezuela Maduro akan diadili di Amerika Serikat

Jeffry Wuisan
Sabtu, 3 Januari 2026
INTERNASIONAL 0 2096
4 menit membaca

PRIORITAS, 3/1/26 (Washington): Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, yang diculik militer Amerika Serikat (AS), dalam serangan Sabtu subuh, 3 Januari 2026 di Caracas,  akan diadili atas tuduhan pidana di AS.

Hal itu diungkapkan senator AS dari Partai Republik Utah, Mike Lee, setelah melakukan panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.

“Memberi tahu saya bahwa Nicolás Maduro telah ditangkap oleh personel AS untuk diadili atas tuduhan pidana,” tulis Mike Lee di X.

Seperti dikutip Beritaprioritas.com hari Sabtu (3/1/2026), ia menambahkan Menlu Rubio juga memperkirakan tidak akan ada tindakan lebih lanjut di Venezuela, setelah Maduro berada dalam tahanan AS.

Senator tersebut sebelumnya secara terbuka mempertanyakan tindakan AS di Venezuela, yang secara konstitusional dapat membenarkan tindakan ini tanpa adanya deklarasi perang.

“Tindakan ini kemungkinan besar termasuk dalam wewenang inheren presiden,  berdasarkan Pasal II Konstitusi untuk melindungi personel AS dari serangan yang sebenarnya atau yang akan segera terjadi,” jelasnya.

 

Tuduhan kriminal

Amerika Serikat sebelumnya sudah mendakwa Nicolas Maduro dan 14 pejabat Venezuela lainnya,  dengan tuduhan terorisme narkoba, korupsi, perdagangan narkoba dan tuduhan kriminal lainnya secara in absentia pada tahun 2020.

Jaksa Agung AS (waktu itu), William Barr, menuduh Maduro dan sejumlah kolega berpangkat tinggi selama lebih dari 20 tahun berkonspirasi dengan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia, menyelundupkan berton-ton kokain masuk dan menghancurkan komunitas Amerika.

“Seperti yang dituduhkan, para terdakwa mengkhianati rakyat Venezuela dan merusak lembaga-lembaga Venezuela untuk memperkaya diri dengan uang hasil narkoba,” kata Barr.

Pemerintahan Trump menuduh Presiden Maduro melindungi dan mengorganisir kelompok-kelompok narkoba dari Venezuela, yang menyelundupkan berton-ton narkoba dan opioid, sehingga menyebabkan kematian massal di Amerika Serikat.

Presiden hilang

Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez mengakui Presiden Maduro dan istrinya hilang.

Berbicara melalui telepon di stasiun televisi pemerintah Venezolana de Televisión (VTV), Wapres Rodríguez mengatakan keberadaan mereka tidak diketahui.

Pernyataannya tersebut menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump di media sosial yang menyebutkan militer Amerika Serikat telah menangkap Maduro dan menerbangkannya keluar dari Venezuela.

Wakil Presiden Venezuela menuntut agar AS menunjukkan bukti Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, masih hidup.

“Menghadapi situasi dan serangan brutal ini, kami tidak mengetahui keberadaan Presiden Nicolás Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores. Kami menuntut dari pemerintah Presiden Donald Trump bukti segera keberadaan Presiden Maduro dan Ibu Negara,” kata Rodríguez.

Rodríguez mengutuk serangan “biadab” terhadap Venezuela dan mengatakan pejabat, tentara, dan warga sipil telah tewas. Namun penghitungan resmi korban belum dirilis.

Pasukan Delta Force AS terjun di atas sebuah bangunan di Caracas, Venezuela, dalam operasi militer penculikan terhadap Presiden Nicolas Maduro.(rkmtimes)

Diculik Delta Force

Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan Presiden Venezuela, Nicolas ,Maduro telah ditangkap dalam operasi militer AS di kediamannya di Caracas, dan bagian lain negara itu.

Trump mengatakan Maduro dan istrinya telah diterbangkan keluar dari Venezuela.

“Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar negeri. Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan penegak hukum AS,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya

Media CBS News melaporkan penangkapan tersebut dilakukan Pasukan Khusus ke-1 Komando Delta Force AS (1st SOD-D).

Sebuah unit pasukan khusus elit AS, yang juga pernah terlibat dalam operasi pembunuhan terhadap pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, tahun 2019 lalu.

Delta Force melakukan penyusupan ke ibukota Caracas, dan selama tiga jam mereka melumpuhkan semua aset militer strategis dan kemudian melakukan penculikan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Fox News melaporkan Maduro diborgol selama penangkapannya di Caracas dan digiring menaiki helikopter militer.

Operasi tersebut menyusul peningkatan kekuatan militer AS selama berbulan-bulan di wilayah tersebut, dengan kapal induk USS Gerald R. Ford dan sejumlah kapal perang lainnya ditempatkan di Karibia.

Operasi peangkapan Maduro dimulai sekitar pukul 01.50 waktu setempat, menurut laporan.

Militer AS terlebih dahulu melakukan pengeboman terhadap sejumlah fasilitas militer dan bandara.

Kemudian helikopter tempur Apache serta pesawat tempur terlihat di atas langit Caracas.

Menteri Pertahanan Venezuela mengatakan ada korban jiwa dan pihak berwenang sedang berupaya mengumpulkan informasi.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025