Sulut Siaga El Nino, Gubernur Yulius: Harus bergerak sebelum bencana

Deky Geruh
Selasa, 4 Agustus 2026
DAERAH 0 276
2 menit membaca

Gubernur Yulius Selvanus saat meninjau peserta apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana Dampak El Nino.


PRIORITAS, 4/8/26 (Manado) : Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, krisis air bersih, serta gangguan ketahanan pangan. Gubernur Yulius Selvanus memimpin apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana Dampak El Nino Tahun 2026 di Lapangan Apel Mapolda.

Apel tersebut menjadi bentuk kesiapsiagaan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, Polda, TNI, BPBD, BMKG, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan.

Dalam amanatnya, Selasa (4/8/2026) Gubernur Yulius Selvanus menegaskan apel gelar pasukan itu bukan sekadar seremonial, tapi langkah strategis memastikan seluruh personel, peralatan, dan sistem koordinasi berada dalam kondisi siap.


“Jangan menunggu bencana terjadi. Kita harus bergerak lebih awal melalui deteksi dini, mitigasi, kesiapan personel, peralatan, dan koordinasi lintas sektor,” tegas Gubernur.

Gubernur mengingatkan dampak El Nino tidak hanya berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan, tapi juga dapat mengganggu produksi pertanian, ketersediaan air bersih, kesehatan masyarakat, stabilitas harga pangan, dan perekonomian daerah.

Lima arahan

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Gubernur memberikan lima arahan strategis.

Pertama, memperkuat deteksi dini melalui integrasi data BMKG, BPBD, serta aparat keamanan dan pemantauan titik panas secara berkala.

Kedua, memastikan armada pemadam kebakaran, mobil tangki air, sarana kesehatan, alat berat, dan perlengkapan penanggulangan bencana dalam kondisi siap operasi.

Ketiga, menjaga ketahanan pangan dan ketersediaan air bersih melalui penguatan Satgas Pangan, koordinasi bersama Bulog, distribusi logistik, pelayanan air bersih, serta pembangunan sumur bor di wilayah rawan kekeringan.

Keempat, melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan, baik individu maupun korporasi.

Kelima, meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar menghemat penggunaan air, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Gubernur juga meminta seluruh personel menjaga keselamatan, memperkuat komunikasi, dan menghilangkan sekat-sekat birokrasi dalam penanganan bencana.

“Saya ingin masyarakat melihat bahwa pemerintah hadir, TNI dan Polri siap, serta seluruh elemen negara berdiri bersama untuk melindungi jiwa dan mata pencaharian rakyat,” ujarnya.

Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Sulut, Pangdam XIII/Merdeka, Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh unsur yang telah membangun sinergi menghadapi ancaman El Nino.

“Ujian iklim ini berat, tetapi ketangguhan dan semangat gotong royong masyarakat Sulawesi Utara jauh lebih kuat,” pungkasnya.(P/dg)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan