
Finalisasi sistem kabel bawah laut Melonguane-Morotai. (Ilustrasi/Pemkab Talaud)PRIORITAS, 15/08/26 (Melonguane, Talaud): Restorasi Sistem Kabel Komunikasi Laut (SKKL) segmen Melonguane–Morotai memasuki tahap penting. Tim teknis kini mengerjakan penyambungan akhir kabel sebelum jaringan kembali terhubung penuh.

Pekerjaan restorasi ini menjadi perhatian pemerintah daerah di wilayah kepulauan Sulawesi Utara. Gangguan pada segmen tersebut berdampak terhadap konektivitas telekomunikasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro.
Sebelumnya, penggelaran dan penataan kabel jumper dari kapal restorasi telah mencapai sekitar 20 kilometer. Angka itu berasal dari total target pekerjaan sepanjang 30 kilometer.
Berdasarkan laporan perkembangan per Jumat, 14 Agustus 2026, tim teknis di lapangan berfokus pada proses penyambungan akhir kabel (final joint) setelah berhasil menyelesaikan sejumlah tahapan penting.

Dinas Komunikasi dan Informatika di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud terus memantau perkembangan pekerjaan tersebut.
Tim teknis BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) masih menyelesaikan sejumlah pekerjaan di lapangan. Mereka melanjutkan penggelaran dan penataan kabel hingga mencapai titik yang ditentukan.
Tim juga melakukan pemeriksaan teknis pada instalasi kabel di sisi Morotai. Setelah seluruh pekerjaan tersebut selesai, proses berlanjut ke final jointing atau penyambungan akhir kabel.
Tahap penyambungan menjadi salah satu pekerjaan paling menentukan. Tim kemudian akan melakukan serangkaian pengujian untuk memastikan koneksi jaringan bekerja secara optimal.
Jika seluruh tahapan teknis berjalan sesuai rencana, jalur SKKL Melonguane–Morotai dapat memasuki fase link up.
Pemerintah Kabupaten Sitaro meminta masyarakat mengikuti perkembangan restorasi melalui informasi resmi pemerintah.
Percepatan pekerjaan terus dilakukan untuk mengejar target pemulihan konektivitas. Namun, tim tetap harus memperhatikan keselamatan kerja dan standar teknis.
Kominfo Sitaro menegaskan bahwa percepatan tidak boleh mengorbankan kualitas pekerjaan. Tim harus memastikan seluruh sistem berfungsi baik sebelum menyatakan jaringan kembali terhubung.
Progres sekitar 20 kilometer sebelumnya menjadi sinyal positif bagi pemulihan konektivitas di wilayah kepulauan. Kini, pekerjaan berfokus pada penyelesaian sisa jalur, penyambungan akhir, dan pengujian sistem.
Segmen Melonguane–Morotai merupakan bagian dari jaringan Palapa Ring Tengah. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu tulang punggung konektivitas digital bagi wilayah kepulauan.
Kerusakan pada kabel laut membuat pemerintah harus melakukan restorasi menggunakan kapal dan peralatan khusus. Titik gangguan sebelumnya berada di laut dalam sehingga proses perbaikan membutuhkan pekerjaan teknis yang kompleks.
Selama restorasi, pemerintah juga mengoptimalkan konektivitas berbasis SATRIA-1 pada sejumlah titik layanan publik di Sangihe, Talaud, dan Sitaro. Langkah tersebut bertujuan menjaga layanan komunikasi tetap tersedia selama pekerjaan berlangsung.
Dengan penyambungan akhir yang kini memasuki tahap pekerjaan, harapan masyarakat terhadap pulihnya konektivitas melalui SKKL Melonguane–Morotai semakin terbuka.
Pemerintah daerah dan tim teknis masih menunggu seluruh pengujian selesai sebelum jaringan dinyatakan link up dan kembali beroperasi secara penuh.
Demikian melansir sejumlah media daring dan media sosial pemerintah daerah. (P-*/sm)

