
Dalam ajang Piala Oscar 2027 akan diterapkan sejumlah aturan baru, termasuk penilaian terhadap film yang melibatkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan. (Courtesy: AP) PRIORITAS, 3/5/26 (Los Angeles): Sejumlah perombakan dilakukan “Academy of Motion Picture Arts and Sciences” (AMPAS), untuk perhelatan Piala Oscar 2027. Termasuk di dalamnya adalah kelayakan film yang menggunakan teknologi keceradasan buatan (Artificial Inteligence, AI).

Ditulis laman Channel News Asia, Sabtu (2/5/26) seperti dilansir dari Antara Minggu (3/5/26), penyelenggaraan Piala Oscar yang lebih dikenal sebagai The Academy itu bahkan secara khusus membahas aturan baru terkait teknologi AI.
Aturan baru tersebut menyatakan bahwa AI tidak menahan atau merugikan peluang mendapatkan nominasi. Organisasi tersebut dan tiap kategori di dalamnya akan menilai sejauh mana peran manusia dalam proses kreatif ketika memilih film mana yang akan diberikan penghargaan.
Pihak The Academy juga berhak untuk meminta informasi lebih lanjut dari tim pembuat film tentang penggunaan AI dan kontribusi manusia di dalamnya.

Dikatakan, manusia harus berada di pusat proses kreatif. Seiring dengan terus berkembangnya AI. “Percakapan kita seputar AI juga akan ikut berkembang. Tetapi bagi TheAcademy, kami akan selalu menempatkan kepengarangan manusia sebagai pusat proses kelayakan penghargaan kami,” kata Presiden The Academy, Lynette Howell Taylor.
The Academy juga mengatakan dalam kategori skenario, aturan menyatakan bahwa skenario harus ditulis oleh manusia agar memenuhi syarat. Organisasi meninjau kembali standarnya untuk memenuhi kemajuan teknologi saat itu, baik itu suara, warna, maupun citra yang dihasilkan komputer (CGI).
Film internasional

Lagu “Golden” dari film internasional “K-Pop Demon Hunters” menjadi lagu K-Pop pertama yang memenangkan Oscar untuk kategori “Lagu Orisinal Terbaik” di Academy Awards 2026. Pada penyelenggaraan di tahun 2027, dilakukan penyesuaian aturan untuk film internasional. (Courtesy: The Academy)
Aturan baru ini juga mencakup perubahan signifikan pada kategori film internasional yang banyak dikritik. Aturan memperluas kelayakan mencakup film-film yang memenangkan penghargaan kualifikasi tertinggi dari festival film bergengsi seperti Cannes, Venice, dan Toronto.
“Seperti yang kami lakukan setiap tahun, kami membuat banyak perubahan yang menurut kami sangat cerdas dan progresif. Jelas, seiring dengan semakin mendunianya Akademi, kita perlu memikirkan bagaimana kita mengundang film-film internasional ke dalam percakapan Oscar,” ucap CEO The Academy, Bill Kramer.
Disebutkan, selain Palme d’Or di Cannes, Golden Lion di Venesia, dan penghargaan Platform di Toronto, festival lain dengan penghargaan kualifikasi yang memenuhi syarat juga akan mencakup Golden Bear di Festival Film Internasional Berlin, penghargaan film terbaik di Festival Film Internasional Busan, dan Penghargaan Juri Utama Sinema Dunia di Festival Film Sundance.
“Semua film internasional juga akan dicantumkan sebagai nomine, bukan negara atau wilayah, dan penghargaan akan diterima oleh pembuat film. Nama sutradara juga akan tercantum di plakat Oscar, setelah judul film dan negara, jika ada,” kata Kramer.
“Itu benar-benar mencerminkan keinginan kami untuk menghormati tim kreatif film tersebut. Begitulah cara kami mendekati kategori lain,” lanjutnya.
Selain itu, The Academy juga mengizinkan seorang aktor dinominasikan untuk lebih dari satu penampilan dalam satu kategori. Organisasi tersebut juga mengklarifikasi kriteria kelayakan lagu-lagu orisinal yang digunakan selama kredit akhir film.
Untuk lagu-lagu yang musik pengiring pertamanya diputar selama kredit akhir, lagu tersebut harus tumpang tindih dengan setidaknya 15 detik terakhir film sebelum kredit bergulir agar dianggap memenuhi syarat. (P-*/rwt)

