Raja internet dunia kalahkan Apple jadi perusahaan termahal

Jeffry Wuisan
Jumat, 9 Januari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 9/1/26 (New York): Alphabet, perusahaan induk Google, yang dikenal sebagai raja internet dunia,  berhasil mengalahkan Apple sebagai perusahaan termahal saat ini.


Nilai nilai kapitalisasi pasar (market capitalization) Alphabet ditutup di angka US$3,88 triliun (Rp65.000 triliun) pada Rabu (7/1) waktu setempat. Sahamnya naik lebih dari 2%, ditutup ke angka US$322,03.

Dengan demikian untuk pertama kalinya sejak 2019, Alphabet berhasil menyingkirkan Apple.

Nilai Apple pada hari yang sama ditutup di angka US$3,84 triliun, seiring sahamnya yang anjlok lebih dari 4% dalam 5 hari terakhir.


Posisi market capitalization kedua raksasa teknologi menunjukkan perbedaan dalam strategi mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI), menurut laporan CNBC Indonesia, seperti dikutip Beritaprioritas.com hari Jumat (9/1/2026).

Alphabet mengakhiri 2025 sebagai salah satu perusahaan dengan kinerja paling moncer di Wall Street, seiring dengan ambisinya untuk unjuk gigi di sektor AI.

Google sempat kehilangan taringnya karena pertumbuhan AI yang drastis dan tekanan kompetisi dengan perusahaan-perusahaan baru, tetapi mampu bangkit dan memantapkan posisinya sebagai raja internet.

Pada November lalu, Alphabet meluncurkan ‘Ironwood’, yakni unit pemrosesan tensor generasi ke-7 yang digadang-gadang bisa menjadi alternatif chip Nvidia.

Bukan cuma di sektor chip, Google pada Desember lalu juga memperkenalkan sistem AI ‘Gemini 3’ yang mendapat sambutan positif.

 

AI Apple terlambat

Saham Alphabet melonjak 65% sepanjang 2025, mencatat pertumbuhan paling tajam sejak 2009,  ketika saham-saham naik dua kali lipat setelah keluar dari krisis keuangan.

CEO Alphabet, Sundar Pichai, berulang kali mengatakan perusahaan selalu merespons permintaan pasar.

Dalam laporan kinerja Alphabet pada Oktober 2025, Pichai mengatakan bisnis cloud Google telah meneken kesepakatan lebih dari US$1 miliar pada 2025 hingga Q3 2025, atau lebih tinggi ketimbang dua tahun sebelumnya.

Sementara itu, Apple yang mulai menggenjot pengembangan AI masih belum cukup menunjukkan taringnya.

Apple bisa dibilang sebagai salah satu perusahaan teknologi yang terlambat dalam mengadopsi AI,  setelah tren AI dibawa OpenAI melalui ChatGPT pada akhir 2025.

Apple sebenarnya dijadwalkan untuk meluncurkan asisten AI Siri generasi baru pada tahun lalu, tetapi perusahaan memutuskan untuk menundanya. Apple kemudian berjanji untuk meluncurkan Siri yang lebih personal di 2026 ini.

Firma Wall Street Raymond James menurunkan ekspektasi target untuk Apple dengan menyebut pertumbuhan akan sulit dicapai produsen iPhone pada 2026.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan