Protes di Iran masih berlanjut, 33 pendemo tewas ditembak

Jeffry Wuisan
Selasa, 6 Januari 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 6/1/26 (Teheran): Aksi protes terhadap rezim Iran masih terus berlanjut di hari kesepuluh ini. Bentrokan terjadi di mana-mana dengan aparat keamanan Iran semakin brutal membubarkan unjukrasa dengan tembakan peluru tajam yang menyebabkan 33 pendemo tewas.


Menurut laporan seperti dikutip Beritaprioritas.com hari Selasa (6/1/2026), aparat keamanan Iran menyerbu sejumlah rumahsakit di Teheran dan menyeret para pengunjukrasa, yang dirawat akibat luka-luka terkena tembakan atau bentrok dengan aparat di lapangan.

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia Iran, melaporkan pasukan keamanan menggerebek rumah sakit Sina dan Khomeini, Teheran.

Sebelum menyerbu bangsal perawatan, aparat keamanan yang mengenakan baju serba hitam terlihat menembak peluru gas airmata ke dalam rumahsakit.


Mereka kemudian menghancurkan kunci pintu masuk utama rumahsakit dan menimbulkan kepanikan para staf medis serta keluarga pengunjukrasa.

Dengan brutal mereka masuk dan depan melakukan penangkapan dan menyeret para pendemo yang terluka.

Ketua Kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, malah mendukung tindakan para aparat keamanan Iran yang represif itu.

“Iran tidak akan memberikan kelonggaran kepada para perusuh meskipun masyarakat memilik hak untuk  berdemonstrasi”, katanya.

Kepanikan terjadi di rumahsakit Ilam, Iran, ketika petugas keamanan memaksa masuk untuk menangkap para pengunjukrasa yang dirawat.(@javanmardi75)

Kejahatan kemanusiaan

Departemen Luar Negeri AS mengutuk penggerebekan rumah sakit tersebut sebagai kejahatan nyata terhadap kemanusiaan.

Dalam sebuah unggahan berbahasa Persia di X,  Deplu AS menegaskan menerobos masuk ke bangsal rumahsakit, memukuli staf medis dan menyerang korban luka dengan gas air mata melanggar hak asasi manusia.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengakui adanya “insiden” di sebuah rumah sakit di Ilam, di mana para aktivis Hak Asasi Manusia mengatakan pasukan keamanan menyerbu fasilitas tersebut,  untuk menangkap para demonstran yang terluka.

Pezeshkian juga memerintahkan Kementerian Dalam Negeri untuk membentuk tim khusus,  guna menyelidiki peristiwa di provinsi Ilam, sekitar 320 mil barat daya Teheran, tempat para demonstran tewas dan video-video menunjukkan pasukan keamanan sengaja menembaki kerumunan massa.

1200 ditangkap

Aktivis Hak Asasi Manusia Iran yang berbasis di AS dan mengandalkan jaringan aktivis di Iran, mengatakan selain 33 orang tewas, termasuk empat anak-anak, lebih dari 1.200 orang juga telah ditangkap.

Protes telah terjadi di sekitar 250 lokasi di 29 dari 31 provinsi Iran, kata kelompok tersebut.

Aksi protes nasional di seluruh Iran dimulai 28 Desember 2025 lalu, seiring pihak berwenang meningkatkan penindakan brutal terhadap demonstrasi yang dipicu frustrasi ekonomi.

Bentrokan terjadi di sejumlah pasar di Teheran akibat petugas keamanan Iran sengaja menembakkan senjata ke arah pengunjukrasa.(iranint’l)

Kantor berita Associated Press sebelumnya melaporkan kelompok tersebut telah mendokumentasikan korban jiwa secara akurat dalam protes-protes di Iran di masa lalu.

Media Iran International melaporkan,  pada hari kesepuluh protes nasional, petugas polisi Iran sengaja menyerang pasar-pasar tempat demonstrasi di Teheran.

Pada saat itu para pedagang dan pelaku pasar di berbagai kota, termasuk Teheran, Karaj, Isfahan, Shiraz, dan Shahrekord, menutup toko mereka dan bergabung dalam aksi mogok, hari Selasa, 6 Januari 2026.

Menyusul unjuk rasa dan pemogokan di beberapa bagian Iran, termasuk Teheran dan Shahrekord, laporan menunjukkan pasukan pemerintah Iran bentrok dengan para pengunjuk rasa dan pedagang pasar.

Peningkatan jumlah kematian para pendemo di Iran, membuat Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan terhadap pemerintah Iran.

“Menembak dan membunuh demonstran damai secara brutal, Amerika Serikat akan datang membantu dan siap siaga dan siaga untuk bertindak”, tulis Trump di Truth Social.

Seorang penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengatakan intervensi AS akan menabur kekacauan di seluruh wilayah dan merugikan kepentingan Amerika.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan