
Presiden Amerika Serikat, Donald J Trump. (the white house)PRIORITAS, 11/8/26 (Washington): Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, balas menuntut Iran harus membayar kompensasi atas kematian tentara AS selama beberapa dekade.

“Sekarang saya juga menuntut ganti rugi dari Iran, atas semua orang yang telah mereka bunuh dan lukai parah dengan bom pinggir jalan serta banyak konflik yang awalnya dipimpin oleh Jenderal Soleimani, termasuk keluarga dari mereka yang tewas di USS Cole, dan ribuan lainnya yang tewas dalam pertempuran,” kata Trump di Truth Social.
Pernyataan presiden Trump ini merupakan balasan kepada pihak Iran, yang sebelumnya berkali-kali mengutarakan tuntutan kompensasi kepada AS sebagai syarat mengakhiri perang dan pembukaan Selat Hormuz.
Donald Trump menegaskan, akan menuntut Iran membayar kompensasi atas kematian ribuan tentara AS dan warga sipil Iran sendiri yang tewas dalam beberapa dekade terakhir, demikian lapor The Guardian.

Presiden AS berupaya mengakhiri konflik di Iran, Gaza, dan Lebanon, dan tuntutan tambahannya kepada Iran itu, kemungkinan akan menjadi tekanan baru di Teheran.
Trump menekankan, ia mengeluarkan tuntutan ganti rugi perang tersebut, sebagai tanggapan atas klaim serupa yang diajukan para negosiator Iran terkait kerugian akibat perang dengan AS selama lima bulan. Perang itu telah menewaskan ribuan orang dan menghancurkan militer serta ekonomi Iran.
Iran juga mengeluarkan tuntutan keras untuk membuka kembali Selat Hormuz karena kesepakatan masih belum tercapai.
Sebaliknya, Trump memaksa Iran juga harus membayar biaya ganti rugi terhadap keluarga ratusan ribu pengunjukrasa di Iran yang mereka bantai dalam lima dekade terakhir termasuk puluhan ribu pada Januari 2026 lalu.
“Selain itu, kompensasi harus dibayarkan kepada keluarga dari ratusan ribu demonstran tak bersalah yang telah dibunuh Iran selama 50 tahun terakhir, belum lagi 52.000 orang yang telah tewas dalam lima bulan terakhir”, tambah Trump.
Tuntutan tersebut kemungkinan besar tidak akan diterima para pemimpin Iran dalam negosiasi perdamaian terbaru.
Trump dan negosiator senior lainnya telah berkali-kali mengklaim kesepakatan dengan Iran sudah dekat, meskipun belum ada yang terwujud.
Trump berupaya meningkatkan tekanan terhadap Iran.
Satu jam setelah unggahan pertamanya yang menuntut ganti rugi perang dari Teheran, ia memperluas cakupan tuntutannya hingga mencakup para korban perang baru-baru ini di seluruh wilayah tersebut.
“Selain itu, terkait negosiasi dengan Iran, Iran harus bertanggung jawab atas kerusakan dan kematian yang diderita oleh rakyat Lebanon, Suriah, Yaman, dan Gaza!” tulisnya.
Jika AS maupun Iran tetap berkeras saling menuntut kompensasi, ini pertanda negosiasi terbaru untuk mengakhiri perang di Timur Tengah termasuk membuka kembali Selat Hormuz telah menemui jalan buntu. (P-*/jw)

