PLN beri fasilitas gratis listrik selama enam bulan untuk Huntara Danantara di Aceh

Zamir Ambia
Rabu, 21 Januari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 21/1/26 (Jakarta): PLN memberikan fasilitas listrik gratis kepada warga yang menempati Hunian Sementara (Huntara) hasil pembangunan Danantara. Sebanyak 600 unit Huntara mendapatkan pembebasan biaya token listrik selama enam bulan.

Kebijakan ini merupakan inisiatif Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo sebagai bentuk dukungan terhadap proses pemulihan pascabencana, terutama bagi masyarakat di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

“Selama 6 bulan listrik di huntara kami gratiskan dan juga pemasangan instalasi listrik dan kWh meternya juga menjadi bagian dari tanggungjawabnya PLN,” ucap Darmawan saat Rapat Dengar Pandapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (21/1/26), dikutip dari Liputan6.

PLN turut menyalurkan bantuan berupa layanan pemasangan listrik baru atau multiguna tanpa biaya, serta menyediakan penerangan jalan umum (PJU) dan sarana kelistrikan untuk fasilitas umum di kawasan Hunian Danantara.

“Kami juga menyediakan penerangan jalan umum PJU dan fasilitas umum kemudian paket pasang baru multiguna yang gratis dan token gratis selama enam bulan,” imbuhnya.

Sebanyak 600 unit

Sebanyak 600 unit Hunian Danantara didirikan oleh sejumlah BUMN Karya yang tersebar di berbagai lokasi. Proyek pembangunan tersebut melibatkan Hutama Karya, PTPP, Adhi Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, serta Brantas Abipraya.

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bersama BUMN Karya telah menyerahkan 600 unit Hunian Sementara (Huntara) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Penyerahan tersebut menandai, kawasan hunian itu telah siap digunakan dan dikelola oleh pemerintah daerah.

Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas menjelaskan, penyaluran Huntara ini merupakan wujud komitmen Danantara dalam menyediakan hunian sementara yang layak dan aman, sekaligus mendukung pemulihan layanan dasar bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera.

“Pemulihan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi bergerak pada bagaimana hunian benar-benar memberi ruang bagi keluarga untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari,” jelasnya, Jumat (9/1/26). (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025