Menjelang Ramadan, harga cabai rawit di Pasar Tambun tembus Rp100.000 per kilo

Zamir Ambia
Selasa, 10 Februari 2026
HUMANIORA NEWS 0 345
2 menit membaca

PRIORITAS, 10/2/26 (Jakarta): Sepekan menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional mulai merangkak naik. Situasi ini terpantau di Pasar Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dalam kurun waktu sekitar satu minggu terakhir.

Lonjakan harga paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah yang kini dijual di kisaran Rp88.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga normal sebelumnya yang berada di rentang Rp30.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Sebagaimana informasi yang diterima dari Beritasatu.com, pedagang sayur di Pasar Tambun, Bayu (40), menyebut kenaikan harga paling terasa pada cabai rawit merah serta beberapa jenis sayuran lainnya, yang dipicu oleh tersendatnya pasokan dari wilayah sentra produksi.

“Yang naik itu cabai rawit merah sama sayuran. Cabai rawit sekarang eceran sudah Rp88.000 per kilogram, normalnya biasanya Rp30.000 sampai Rp40.000. Kalau jelang puasa gini bisa tembus Rp100.000,” ucap Bayu, Selasa (10/2/26).

Selain cabai rawit, harga bawang merah kualitas super turut mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp44.000 hingga Rp50.000 per kilogram, dari sebelumnya berkisar Rp25.000 per kilogram. Adapun harga tomat juga ikut naik menjadi Rp14.000 per kilogram, dibandingkan harga normal yang berada di angka Rp8.000 per kilogram.

Bayu menuturkan, lonjakan harga sayuran tersebut dipengaruhi oleh cuaca ekstrem serta banjir yang melanda sejumlah kawasan pertanian, sehingga mengakibatkan gagal panen dan menurunnya pasokan ke pasar.

“Karena hujan dan banjir, banyak sayuran basah dan cepat rusak di pertanian. Barang jadi sedikit, makanya harga cepat naik,” ujarnya.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada sayuran, tetapi juga menyentuh komoditas telur ayam dan daging. Pedagang telur ayam, Aan Setiawan (39), menyebut harga telur ayam kini berada di kisaran Rp32.000 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp28.000 hingga Rp29.000 per kilogram.

“Kenaikan sudah sekitar 10 hari sampai dua minggu terakhir. Biasanya ini momen jelang puasa. Pengalaman tahun lalu, pas sudah masuk puasa malah turun, nanti naik lagi jelang Lebaran,” ucap Aan.

Akibat kenaikan harga, sejumlah pedagang mengaku omzet penjualan menurun hingga 50 persen. Para pedagang memprediksi harga masih berpotensi naik mendekati Ramadan dan Idul Fitri jika pasokan belum kembali normal. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025