Lompat ke konten
Selasa, 20 Oktober 2026
Breaking
HEADLINE NEWSNASIONALBUDAYAHUMANIORAAdat IstiadatWarisan BudayaBencanaSosial

Prabowo terima Panglima Jilah, Dayak, di Istana: Pentingnya kolaborasi pemerintah dan masyarakat adat menjaga Kalimantan, perkuat penanganan Karhutla

Jeffrey Rawis2 menit baca
Bagikan
presidenri.go.id-28082026210110-6a9194a6eeb3b0.42959544-e1787925689852
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Panglima Jilah di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (28/8/26). (BPMI Setpres/Muchlis Jr)

PRIORITAS, 30/8/26 (Jakarta): Ya, Presiden Prabowo Subianto menerima Panglima Jilah, Dayak, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (28/8/26) lalu, dan ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi pemerintah dan masyarakat adat dalam menjaga Kalimantan, termasuk memperkuat penanganan Karhutla.

Diketahui, dalam pertemuan itu, Panglima Jilah menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan dukungan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), termasuk melalui penambahan personel dan dukungan sarana udara.

“Kita membahas tentang Karhutla. Tadi beliau membantu kita lewat personil untuk segera. Dan ini sudah dimulai, sudah sekitar satu minggu,” ujar Panglima Jilah dalam keterangannya kepada awak media seusai pertemuan tersebut.

Tolak tudingan peladang sebagai penyebab kebakaran

Terkait Karhutla Panglima Jilah turut menyoroti persoalan yang kerap muncul ketika karhutla terjadi, yakni tudingan terhadap masyarakat peladang sebagai penyebab kebakaran.

Dia menegaskan, aktivitas berladang masyarakat Dayak memiliki karakteristik dan lokasi yang berbeda dengan kawasan perkebunan, terutama terkait lahan gambut.

“Jadi ladang itu dengan perkebunan itu kadang-kadang bersamaan waktunya. Akhirnya peladang yang disalahkan. Tetapi sebenarnya orang berladang tidak di lahan gambut. Orang berladang itu di lahan mineral,” katanya meyakinkan.

Selanjutnya Panglima Jilah mengatakan, masyarakat adat memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas pembakaran lahan. Ia menegaskan, masyarakat adat tidak hanya menjadi pihak yang menerima dampak kebakaran, tetapi juga ikut melakukan pemantauan di wilayah masing-masing.

“Jadi kalau kita membakar, di mana lahan ladang kita dibakar, disitulah kita yang akan monitoringnya,” ujarnya lagi.

Tradisi berladang sejak tempo dulu

Kemudian Panglima Jilah juga menegaskan bahwa tradisi berladang telah dilakukan masyarakat Dayak sejak lama, jauh sebelum berkembangnya perkebunan di Kalimantan.

Panglima menambahkan, masyarakat Dayak memiliki hubungan erat dengan alam sehingga menjaga lingkungan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat adat.

Sehingga, dalam upaya mencegah Karhutla, masyarakat adat juga melakukan sosialisasi melalui para tokoh adat. Edukasi tersebut ditujukan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.

“Masyarakat adat bersosialisasi lewat tokoh-tokoh adat agar tidak sembarangan membakar hutan karena masyarakat adat itu identik, dekat dengan alam. Tentunya tidak ada alam, tidak ada masyarakat adat. Kita menjaga,” ujar Panglima Jilah.

Dukungan Presiden Prabowo

Disebut juga oleh Panglima Jilah, dukungan pemerintah selama ini terhadap Kalimantan Barat tidak hanya berkaitan dengan penanganan Karhutla. Ia menyebut Presiden Prabowo juga telah memberikan perhatian terhadap berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

“Presiden banyak membantu kita, terutama di Kalimantan Barat, itu rumah adat, sekolah, beasiswa, jalan, infrastruktur, rumah sakit, beasiswa, dan TNI-Polri,” ungkapnya.

Adapun pertemuan Presiden Prabowo dengan Panglima Jilah, tulis BPMI Setpres, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adat dalam menjaga Kalimantan. Penanganan Karhutla tidak hanya membutuhkan kekuatan personel dan teknologi, tetapi juga keterlibatan masyarakat yang selama turun-temurun hidup berdampingan dengan hutan dan memahami wilayahnya. (P-*r/jr)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami