Lisdyarita, Wakil Bupati Ponorogo ditunjuk Kementerian Dalam Negeri sebagai pelaksana tugas Bupati agar roda pemerintahan terus berjalan. (Pemkab Ponorogo)PRIORITAS, 10/11/2025 (Ponorogo): Pemerintahan Kabupaten Ponorogo dipastikan tetap berjalan normal pasca Bupati Sugiri Sancoko ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengirimkan radiogram menunjuk Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo untuk menjalankan roda pemerintahan.
Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, membenarkan turunnya radiogram tersebut pada Minggu sore (9/11/2025). “Untuk Plt Bupati Ponorogo diisi oleh Wabup, yaitu Bu Lisdyarita,” ujar Dwi Agus sebagaimana dilansir tribunnews.com terbaca Senin (10/11/25).
Dengan penunjukan ini, Lisdyarita mulai Senin ini (10/11/2025) resmi mengambil alih tugas Bupati, termasuk memastikan pelayanan publik dan agenda pemerintahan berjalan tanpa hambatan.
Dwi Agus menegaskan DPRD tidak akan ikut campur dalam penunjukan pejabat sementara Sekda yang saat ini juga kosong akibat Sekda Ponorogo Agus Pramono turut menjadi tersangka. “Yang jelas, pemerintahan harus terus berjalan supaya tidak terlalu lama kosong,” tegasnya.
Kasus OTT KPK
Diketahui, Bupati Sugiri Sancoko terjaring OTT KPK pada Jumat (7/11/2025) bersama Sekda Ponorogo Agus Pramono, Dirut RSUD dr Harjono dr Yunus Mahatma, serta seorang pihak swasta bernama Sucipto.
Setelah pemeriksaan awal, KPK akhirnya menetapkan Bupati Sugiri Sancoko sebagai tersangka pada 9 November 2025 dalam kasus dugaan suap pengurusan jabatan, suap terkait proyek, dan gratifikasi.
Terdapat tiga klaster kasus yang menjeratnya, yakni: pertama, suap pengurusan jabatan. Terkait promosi jabatan Direktur RSUD Harjono Ponorogo, dengan total suap rp900 juta. Kedua, suap proyek RSUD. Suap terkait proyek senilai Rp14 miliar dengan total suap diterima rp1,4 miliar. Dan, ketiga, penerimaan gratifikasi dalam berbagai bentuk selama periode 2023–2025. Total rp300 juta.
Ramai diberitakan, KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT), kali ini di wilayah Ponorogo, Jawa Timur. OTT tersebut turut menyeret Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, yang dipastikan ikut tertangkap dalam operasi pada Jumat (7/11/2025).
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya OTT tersebut. “Benar (ada OTT),” ujarnya singkat saat dikonfirmasi. Ketika ditanya lebih jauh mengenai identitas para pihak yang diamankan, Fitroh hanya menegaskan bahwa Bupati Ponorogo termasuk yang terjaring. “Benar (salah satunya Sugiri),” tambahnya.
Informasi lanjutan yang dihimpun menyebutkan bahwa pada 8 November 2025, Sugiri ditangkap bersama 13 orang lainnya, termasuk sejumlah pejabat Pemkab Ponorogo. Dari jumlah itu, tujuh orang langsung dibawa ke Gedung KPK di Jakarta untuk diperiksa intensif.
Dalam operasi tersebut, penyidik KPK juga mengamankan barang bukti uang tunai Rp500 juta, yang diduga berkaitan dengan transaksi suap.
No Comments