Pelatihan ‘ecoprint’ di IKN tingkatkan kapasitas UMKM dan ekonomi kreatif lokal

Johanes Christiaan
Rabu, 29 April 2026
EKBIS IKN 0 243
2 menit membaca

PRIORITAS, 29/4/2026 (Nusantara): Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Bank Indonesia terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui pelatihan ecoprint yang digelar pada 27–29 April 2026 di kawasan inti pemerintahan IKN.


Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat di wilayah delineasi IKN agar mampu beradaptasi dan berperan aktif dalam transformasi ekonomi, khususnya pada subsektor wastra sebagai identitas ekonomi kreatif Nusantara.

Pelatihan menghadirkan fasilitator dari Eco.J Ecoprint Yogyakarta, yakni Indra Suryanto dan Rubi Utami Varalin, yang memberikan pendampingan mulai dari pengenalan bahan, teknik pewarnaan alami, hingga pengembangan desain produk bernilai jual.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Humas OIKN, Rabu (29/4/2026) disebutkan, Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan masyarakat secara inklusif.


“Target IKN adalah zero kemiskinan. Hal ini dapat dicapai melalui pengembangan SDM. Masyarakat harus mampu berinovasi dalam produk wastra agar memiliki nilai tambah dan daya saing,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan IKN diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dalam peningkatan kesejahteraan menuju target Ibu Kota Politik pada 2028.

Sementara itu, Kepala BI IKN, Aswin Gantina, menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat UMKM melalui peningkatan kapasitas dan akses pembiayaan.

“Kami memperkuat kelembagaan dan kapasitas UMKM terlebih dahulu, kemudian menghubungkannya dengan akses pembiayaan agar usaha berkembang berkelanjutan,” jelasnya.

Para peserta pun menyambut positif kegiatan ini. Siti Aisyah dari Samboja menyebut pelatihan tersebut membuka wawasan baru dalam pengembangan usaha, sementara Dewi Yulhermawati dari Sepaku menilai kegiatan ini berpotensi menjadi peluang usaha kolektif bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.

Melalui pelatihan ini, Otorita IKN dan Bank Indonesia menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat ekonomi kreatif berbasis lokal, sekaligus mendorong masyarakat menjadi pelaku utama dalam pembangunan Nusantara yang inklusif dan berkelanjutan. (P-*/bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan