Pasokan melimpah, harga telur ayam di Lebak makin murah

Giovanni Riung
Selasa, 11 Agustus 2026
EKBIS 0 230
2 menit membaca

PRIORITAS, 11/8/26 (Lebak): Angin segar menghampiri masyarakat Kabupaten Lebak, Banten. Pasalnya, pedagang di sejumlah pasar tradisional kembali menurunkan harga telur ayam menjadi Rp23.000 per kilogram (kg).


Sebelumnya, para pedagang mematok komoditas pangan tersebut pada kisaran Rp25.000 hingga Rp25.500 per kg. Akibatnya, penurunan harga ini langsung memicu antusiasme warga untuk memborong telur.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak juga mencatat penurunan harga pada beberapa barang kebutuhan pokok lainnya.

“Berdasarkan data pemantauan terbaru, beberapa komoditas pangan memang kembali melandai,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Lebak, Yani, Selasa.


Selain telur, harga kelompok bumbu dapur juga ikut melandai:

  • Cabai merah besar: Turun dari Rp52.000 menjadi Rp50.000 per kg.

  • Cabai rawit merah: Turun dari Rp57.500 menjadi Rp56.800 per kg.

  • Bawang merah: Turun dari Rp33.200 menjadi Rp32.200 per kg.

  • Bawang putih: Turun dari Rp37.300 menjadi Rp36.800 per kg.

Kondisi komoditas lain dan antusiasme warga

Sementara itu, Disperindag Lebak mencatat harga bahan pokok lainnya masih bertahan stabil. Sebagai contoh, pedagang menjual cabai keriting pada harga Rp46.800 per kg dan cabai rawit hijau Rp48.200 per kg.

Selain itu, minyak goreng kemasan MinyaKita mencatat harga Rp21.000, minyak tanpa merek Rp20.000, serta minyak premium Rp23.000 per kemasan. Di sisi lain, pedagang melepas beras medium bervariasi mulai Rp11.900 hingga Rp13.400 per kg. Selanjutnya, pedagang mematok daging sapi sebesar Rp144.300 dan daging kerbau Rp147.000 per kg.

Oleh karena itu, Yani menilai stok pangan daerah saat ini berada dalam kondisi aman tanpa gejolak harga.

Tentu saja, melimpahnya pasokan ini membuat para konsumen merasa gembira. Bahkan, Nurhayati, seorang warga Rangkasbitung, mengaku langsung membeli lima kilogram telur sekaligus.

“Kami merasa sangat terbantu karena pasokan telur melimpah dan harganya murah,” tutur Nurhayati gembira. (P-Gio R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan