Lompat ke konten
Senin, 12 Oktober 2026
Breaking
HEADLINE NEWSDAERAHHUMANIORABencanaCuacaLingkungan

Pantauan satelit: Tercatat 1.842 titik panas kepung Kalimantan, Kalteng sumbang terbanyak

Jeffrey Rawis2 menit baca
Bagikan
petugas-gabungan-berupaya-memadamkan-api-di-kecamatan-muara-bulian-kabupaten-batang-hari-provinsi-jambi-2182026-dok-bpbd-kabup-1787355340879_169
Karhutla. (Dok BPBD Kabupaten Batang Hari)

PRIORITAS, 22/8/26 (Jakarta): Dari data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi), pemantauan satelit NASA-NOAA 20 pada 21 Agustus 2026 pukul 14.14 WIB mencatat sebanyak 1.842 titik panas di lima provinsi di Kalimantan.

Dari total titik panas itu, Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak. Tercatat sebanyak 976 titik panas terdeteksi di provinsi tersebut dalam pemantauan satelit pada 21 Agustus 2026 kemarin.

Disebutkan, dari jumlah tersebut, Kalteng menyumbang lebih dari separuh titik panas yang terdeteksi, yakni 976 titik. Sebanyak 968 titik di antaranya memiliki tingkat kepercayaan sedang (medium confidence), sedangkan delapan titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi (high confidence).

Kalbar kedua, Kaltim ketiga

Sementara itu, Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak kedua, yakni 489 titik. Jumlah tersebut terdiri dari 487 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan dua titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Kemudian, Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat 237 titik panas, disusul Kalimantan Selatan (Kalsel) sebanyak 125 titik dan Kalimantan Utara sebanyak 15 titik. Seluruh titik panas di ketiga provinsi tersebut terpantau dengan tingkat kepercayaan sedang.

Perkuat operasi terpadu Karhutla

Tingginya jumlah titik panas tersebut menjadi perhatian di tengah penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Saat ini BNPB memperkuat operasi terpadu Karhutla di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Adapun penanganan dilakukan melalui pengerahan satuan tugas darat dan udara di bawah koordinasi pos komando (posko), dengan melibatkan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Mengenai operasi udara, BNPB mengerahkan 39 unsur udara di enam provinsi tersebut. Armada yang digunakan terdiri atas helikopter patroli, pesawat pendukung operasi modifikasi cuaca (OMC), serta helikopter water bombing.

Sementara itu, di Kalteng sendiri, Satgas Udara diperkuat satu unit helikopter patroli, satu unit OMC, dan empat unit helikopter water bombing.

Upaya pengerahan unsur udara ditujukan untuk memperkuat pemantauan dari udara, mendukung deteksi titik panas, membantu proses pemadaman, serta mempercepat intervensi pada wilayah yang membutuhkan dukungan udara.

Disebutkan, patroli udara dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan. Sementara itu, water bombing digunakan untuk membantu pemadaman pada lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat atau membutuhkan dukungan tambahan dari udara.

Sedangkan OMC dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi pertumbuhan awan serta kebutuhan penanganan di wilayah prioritas.

Juga BNPB mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta menetapkan status siaga atau tanggap darurat sesuai dengan perkembangan ancaman karhutla di wilayah masing-masing.

Tentang data titik panas menjadi salah satu rujukan dalam pemantauan perkembangan potensi karhutla dan penentuan kebutuhan penanganan di lapangan. Namun, titik panas yang terdeteksi satelit tidak serta-merta menunjukkan adanya kebakaran hutan dan lahan yang telah terkonfirmasi.

Selain itu, demikian CNBC Indonesia, masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan selama periode rawan karhutla dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran kepada petugas maupun pemerintah daerah. (P-*/jr)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami