PRIORITAS, 11/10/26 (Kalimantan): Lonjakan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali memburuk di sejumlah wilayah Indonesia. Pasalnya, pemantauan satelit terbaru pada Sabtu (10/10) malam mencatat lonjakan tajam hingga 793 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional seperti dilansir dari kehutanan.go.id.
Angka tersebut melonjak hampir dua kali lipat ketimbang hari sebelumnya yang merekam 437 titik panas.
Provinsi Kalimantan Tengah menjadi kawasan yang paling parah terdampak lonjakan titik api. Kalteng menyumbang 288 titik panas atau menyerap lebih dari separuh total akumulasi titik api di enam provinsi prioritas pengendalian karhutla.
Pemerintah Peringatkan Bahaya Racun Partikel PM2.5 Hingga Tingkat Berbahaya
Selanjutnya, penumpukan asap akibat karhutla memicu kemerosotan kualitas udara secara drastis di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan. Pemantauan partikel mikro PM2.5 bahkan merekam adanya kantong-kantong udara dengan status kategori berbahaya bagi kesehatan warga.
Pemerintah mengerahkan sebanyak 61 unit armada udara untuk melakukan patroli, modifikasi cuaca, serta operasi bom air (water bombing).
Tim gabungan Manggala Agni, TNI, dan Polri terus memfokuskan pembasahan pada kawasan lahan gambut. Karakteristik lahan gambut sangat rentan menyimpan bara api tersembunyi di bawah permukaan tanah meski api di permukaan sudah padam.
Warga Dilarang Membakar Lahan Serta Diminta Segera Melapor Jika Menemukan Satwa Liar
Sementara itu, kementerian mengimbau masyarakat luas serta para pelaku usaha agar mematuhi larangan membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar rumah serta menggunakan masker pelindung diri.
Selain itu, warga yang melihat satwa liar mengungsi akibat karhutla dilarang keras melakukan evakuasi secara mandiri.
Oleh sebab itu, kesiapsiagaan seluruh pihak dan pelaporan cepat ke BKSDA menjadi kunci utama menyelamatkan ekosistem dari kehancuran. Pemerintah terus mengintensifkan patroli darat guna menghentikan penjalaran api yang meluas. (P-Gio R)








