PRIORITAS, 11/10/26 (Batam): Ancaman racun kabut asap kiriman dari kebakaran hutan luar daerah masih terus mengepung Kota Batam, Kepulauan Riau. Pasalnya, pemantauan real-time kualitas udara pada Minggu (11/10/2026) mencatat angka Indeks Kualitas Udara (AQI) berada di level 165.
Tingkat polusi udara tersebut secara konsisten bertahan dalam kategori Tidak Sehat bagi masyarakat.
Bahkan, Batam menduduki peringkat ke-17 di antara kota-kota paling tercemar di dunia seperti dilansir dari aqi.in. Konsentrasi partikel mikro PM2.5 tercatat tinggi pada angka 84 µg/m³ serta PM10 menyentuh level 104 µg/m³ meskipun hujan ringan sempat turun.
Kebijakan Belajar Dari Rumah Tetap Berlaku Guna Mengantisipasi Dampak Kesehatan
Selanjutnya, situasi darurat pencemaran udara ini melanjutkan tren buruk yang terjadi sejak pertengahan pekan lalu. Sebelumnya, kualitas udara Batam tercatat menyentuh angka AQI 132 pada Kamis serta naik ke 173 pada Sabtu.
Pemerintah daerah memberikan keleluasaan penuh kepada seluruh SMA, SMK, dan SLB untuk melanjutkan skema Belajar Dari Rumah (BDR).
Penetapan BDR mandiri ini menjadi acuan utama jika angka pencemaran udara di wilayah masing-masing melampaui batas 110. Pihak sekolah bertindak cepat demi mencegah lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak didik.
"SE itu tetap berlaku dan belum ada perubahan. Jadi, kalau kualitas udara akibat kabut asap di atas 110, sekolah boleh menerapkan BDR," kata Kepala Disdik Kepri, Andi Agung.
"Kalau kualitas udara sudah tidak sehat, sebaiknya belajar dari rumah. Kabut asap berisiko mengganggu kesehatan warga sekolah," ucapnya.
BMKG Ingatkan Bahaya Penurunan Jarak Pandang Pada Penerbangan dan Aktivitas Luar
Sementara itu, BMKG mengonfirmasi bahwa penumpukan kabut asap terjadi akibat kebakaran hutan lahan di Sumatera dan Kalimantan. Jarak pandang mendadak merosot tajam pada kisaran 1 sampai 3 kilometer saja.
Kondisi terbatas ini sangat mengancam keselamatan lalu lintas penerbangan serta kelancaran transportasi udara di bandara.
"Wilayah Kepri terindikasi mengalami kabut asap kiriman dampak kebakaran hutan dan lahan dari Pulau Sumatera dan Kalimantan," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Rizqi Nur Fitriani.
Oleh sebab itu, warga Batam diimbau wajib menggunakan masker serta membatasi aktivitas di luar ruangan. Kerja sama ketat seluruh pihak sangat mendesak demi melindungi kesehatan warga dari paparan kabut asap. (P-Gio R)








