PRIORITAS, 15/10/26 (Nusantara): Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sukses mengamankan komitmen investasi senilai Rp6,56 triliun untuk mempercepat pembangunan hunian Aparatur Sipil Negara (ASN) serta berbagai fasilitas pendukung perkotaan.
Langkah itu dilakukan untuk mempercepat terbentuknya ekosistem kota yang hidup dan berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, mengungkapkan bahwa total investasi tersebut merupakan gabungan dari proyek kerja sama pemerintah serta pendanaan murni dari sektor swasta.
"Investasi tersebut mencakup pembangunan delapan menara rumah susun (rusun) ASN senilai Rp2,63 triliun serta lima proyek investasi swasta murni senilai Rp1,11 triliun yang meliputi sektor pangan, mebel, kuliner, olahraga, dan kawasan komersial," ujar Basuki Hadimuljono di Nusantara, Kalimantan Timur, Kamis (15/10/26).
Angka tersebut kian melesat berkat tambahan proyek pembangunan 109 unit rumah tapak ASN senilai Rp2,81 triliun. Proyek rumah tapak ini sebelumnya telah disepakati melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) pada 6 Oktober 2026 lalu.
Andalkan skema KPBU dan investasi swasta
Dilansir dari Antara, Basuki menegaskan bahwa pembangunan ibu kota baru tidak akan membebani penuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah secara aktif melibatkan skema KPBU, investasi murni swasta, hingga dana hibah.
Selain mempercepat infrastruktur, kehadiran para investor ini diharapkan mampu memberikan dampak masif pada perekonomian lokal, salah satunya melalui pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Rincian pembangunan rusun dan rumah tapak ASN
Pada sektor perumahan, OIKN membagi porsi pembangunan ke dalam beberapa korporasi besar.
Sebanyak 8 menara susun ASN akan dibangun di mana PT Nindya Karya bersama PT Nindya Estate Management bertindak sebagai pemrakarsa. Rusun ini akan berdiri di atas lahan seluas 6,84 hektare yang berlokasi di Wilayah Perencanaan 1A Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Selanjutnya 109 rumah tapak ASN, dikerjakan PT Seratus Sembilan Nusantara, yang merupakan Badan Usaha Pelaksana (BUP) dari PT Intiland Development Tbk. Proyek hunian tapak ini ditargetkan rampung pada triwulan IV tahun 2028.
Lima perusahaan swasta siap bangun fasilitas kota
Tidak hanya fokus pada hunian pegawai pemerintahan, OIKN juga resmi menandatangani kerja sama investasi langsung dengan lima perusahaan swasta untuk menyokong fasilitas gaya hidup perkotaan di IKN.
PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park: Menyiapkan proyek Grand Vista Nusantara berupa kawasan komersial, apartemen, dan perkantoran terpadu dengan nilai estimasi investasi mencapai Rp1 triliun.
PT Berdikari (Persero): Mengembangkan usaha peternakan ayam terintegrasi senilai Rp177 miliar dengan kapasitas produksi mencapai 140 ribu ekor untuk mengamankan ketahanan pangan kota.
PT FYP Karya Perdana: Membangun fasilitas olahraga sekaligus pusat komersial dengan nilai investasi Rp20 miilar.
PT Laziz Nusantara Grup: Menghadirkan sektor kuliner dan fasilitas publik berupa restoran, gerai gelato, serta gedung serbaguna senilai Rp10 miliar.
PT Java Teak Indo: Menyediakan kantor dan ruang pamer (showroom) mebel khas Jepara dengan nilai investasi sebesar Rp1,5 miliar.
Dikatakan, dengan masuknya aliran modal jumbo ini, ekosistem urban di Ibu Kota Nusantara diyakini akan siap menyambut kepindahan para ASN dan penduduk baru dalam waktu dekat. (P-Ant/ht)








