Tonton Youtube BP

OJK tingkatkan penguatan ekosistem keuangan syariah demi pemerataan ekonomi

Zamir Ambia
7 Nov 2025 11:17
2 minutes reading

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi (kiri) bersama Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman (kanan) dalam konferensi pers Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2025 di Jakarta, Kamis (6/11/25). (Antara)

PRIORITAS, 7/11/25 (Jakarta): Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah guna mendorong pemerataan ekonomi melalui penyelenggaraan Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2025 yang melibatkan pelaku industri jasa keuangan syariah, asosiasi, serta kementerian dan lembaga terkait.

“Keuangan syariah memberikan banyak manfaat. Pertama tentu pemerataan ekonomi,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi di Jakarta, Jumat (7/11/25).

Selain itu, ia menyampaikan, keberadaan instrumen keuangan seperti zakat, infak, dan sedekah dapat mendorong distribusi kekayaan yang lebih merata serta membantu mengurangi kesenjangan sosial.

“Kemudian, stabilitas ekonomi tentu saja dan juga inklusivitas. Ini yang terus kita dorong, inklusivitas,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, industri keuangan syariah di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan positif, dengan total aset mencapai Rp3.050 triliun atau naik 11,3 persen secara tahunan (yoy). Aset tersebut terdiri dari perbankan syariah sebesar Rp975,9 triliun, pasar modal syariah senilai Rp1.896,2 triliun, serta industri keuangan nonbank syariah sebesar Rp178,7 triliun.

Empat tantangan utama

Friderica menambahkan, terdapat empat tantangan utama dalam pengembangan keuangan syariah yang dikenal dengan istilah 4P, yakni pengembangan dan inovasi produk, perluasan penetrasi pasar, pemerataan akses layanan, serta peningkatan pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah.

“Kita perlu terus mendorong inovasi produk, memperluas jangkauan layanan, serta memperkuat edukasi agar masyarakat semakin paham dan percaya pada produk keuangan syariah,” tuturnya, dikutip dari Antara.

“Melalui kegiatan tersebut, OJK mendorong agar keuangan syariah semakin dekat dengan masyarakat dan menjadi motor penggerak ekonomi umat, khususnya pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” lanjutnya.

Ia mengatakan kegiatan EKSiS di Jakarta menjadi puncak dari rangkaian ekspo keuangan syariah sepanjang tahun 2025 yang sebelumnya telah digelar di empat kota, yakni Tangerang, Palembang, Bandung, dan Mataram.

EKSiS 2025 menghadirkan sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat dalam memperluas akses layanan keuangan berbasis prinsip syariah secara berkelanjutan. (P-Zamir)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x