PRIORITAS, 4/7/26 (Jakarta): Kebakaran terjadi di sebuah rumah empat lantai yang berada di kawasan padat penduduk, tepatnya di Gang Garuda, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, pada Sabtu (4/7/26) sekitar pukul 15.30 WIB. Insiden tersebut melalap lantai teratas bangunan yang difungsikan sebagai lokasi budidaya sekaligus penyimpanan koleksi ikan hias.
Akibat kejadian itu, seorang penghuni rumah menderita luka bakar hingga sekitar 75 persen di hampir seluruh tubuhnya. Korban diduga mengalami cedera saat berusaha menyelamatkan diri atau mencoba memadamkan kobaran api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Berdasarkan keterangan warga, api pertama kali muncul dari lantai empat bangunan. Kepulan asap hitam kemudian dengan cepat menyelimuti ruangan, sehingga memicu kepanikan di kalangan penghuni maupun warga sekitar.
“Api mulai dari sini. Lama-kelamaan asapnya tebal. Yang punya rumah langsung panik, teriak, terus warga pada datang buat bantu,” ucap Anwar, warga yang berada di lokasi saat kebakaran.
Mendengar adanya teriakan meminta pertolongan, warga sekitar segera berdatangan dan berusaha memadamkan kobaran api dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia. Langkah tersebut berhasil menahan laju penyebaran api hingga petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
“Alhamdulillah, dengan APAR yang seadanya, api bisa diredupkan sebelum pemadam datang,” katanya.
Pemilik rumah merupakan satu-satunya korban yang mengalami luka dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, lantai empat bangunan dipenuhi puluhan akuarium yang dimanfaatkan untuk memelihara sekaligus membudidayakan ikan hias. Banyaknya perangkat listrik, seperti pompa air, aerator, lampu, dan instalasi kabel yang terpasang berdekatan diduga menjadi pemicu terjadinya korsleting listrik.
Warga menduga kobaran api bermula dari rangkaian stopkontak atau colokan listrik yang digunakan untuk mengoperasikan berbagai perangkat pada akuarium.
“Ini memang buat koleksi ikan, akuarium semua. Kayaknya sumber api dari colokan akuarium,” imbuh Anwar.
Warga mengaku sempat mendengar suara ledakan yang berasal dari dalam ruangan. Ledakan itu diduga terjadi akibat pecahnya kaca akuarium karena terpapar suhu panas yang tinggi, bukan berasal dari tabung gas ataupun material lain yang mudah terbakar.
“Ada ledakan, tapi ledakan kaca. Kaca akuariumnya pecah, itu saja,” tuturnya.
Kobaran api meludeskan bangunan
Kobaran api tidak sempat menjalar ke lantai di bawah maupun ke rumah-rumah lain yang berdempetan di kawasan tersebut. Kebakaran hanya meludeskan lantai empat bangunan yang digunakan sebagai pusat budidaya ikan hias.
“Yang kebakaran cuma lantai empat, yang bawah enggak. Tinggal dicek saja nanti jalur listrik ke bawah masih ada arus atau enggak,” ujar Anwar, demikian informasi diterima dari Beritasatu.
Kondisi permukiman yang padat di Gang Garuda sempat menimbulkan kekhawatiran api akan merembet ke bangunan di sekitarnya. Namun, berkat tindakan cepat warga yang melakukan pemadaman awal bersama petugas pemadam kebakaran, kobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kebakaran masih didalami oleh pihak berwenang. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik yang berasal dari rangkaian panel maupun instalasi kabel peralatan akuarium di lantai empat bangunan tersebut. (P-Zamir)