28.2 C
Jakarta
Wednesday, May 22, 2024

    Mewabahnya virus corona, milenial bisa alihkan anggaran ‘traveling’ untuk beli hunian

    Terkait

    Jakarta, 16/3/20 (SOLUSSInews.com) – Di tengah maraknya penyebaran virus corona (Covid-19), dipastikan akan mengurangi pergerakan wisatawan, termasuk kalangan milenial yang hobi berwisata. Untuk itu, anggaran ‘traveling’ bisa dialihkan untuk membeli properti hunian.

    “Di tengah merebaknya corona, generasi milenial yang suka traveling bisa mengalihkan anggarannya untuk membeli rumah. Apalagi pasar properti 2020 akan terus menjadi buyers market atau saat yang tepat bagi konsumen untuk membeli properti,” jelas Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan dalam keterangannya Rabu (11/3/20).

    Survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2020 hasil kerja sama lembaga riset Singapura menunjukkan, 54 persen dari generasi milenial saat ini belum memiliki properti, dan 29 persen dari mereka masih hidup dengan orangtua.  Hasil survei diperoleh berdasarkan 1.000 responden dari seluruh Indonesia yang dilakukan pada bulan Juli hingga Desember 2019

    Pemerintah Indonesia sendiri telah menyepakati stimulus di sektor perumahan di 2020 yakni Rp800 miliar untuk subsidi selisih bunga (SSB) dan Rp700 miliar untuk subsidi bantuan uang muka (SBUM).

    “Konsumen yang menerima subsidi selisih bunga hanya akan menanggung bunga lima persen selama 10 tahun. Sementara subsidi uang muka, akan membuat konsumen lebih ringan ketika membayar uang muka pembelian rumah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat berdampak positif terhadap sektor properti, termasuk membuka peluang bagi generasi milenial yang akan membeli rumah,” jelas Ike.

    Kendala bunga tinggi

    Ike menambahkan adanya anggapan generasi milenial, bunga bank tinggi memang masih menjadi kendala bagi para first time buyer. Untuk itu, stimulus sektor perumahan diharapkan bisa memacu calon pembeli rumah khususnya generasi milenial.

    Survei juga menunjukkan responden dari Indonesia paling sedikit kepemilikan propertinya di kawasan Asia Tenggara (54 persen). Namun responden Indonesia justru menunjukkan intensi paling tinggi dalam rencana pembelian properti (89 persen).

    Ike menyimpulkan, responden Indonesia sangat potensial untuk membeli properti. Mereka harus memanfaatkan keberadaan portal properti sebaik-baiknya, bukan hanya untuk informasi harga, tetapi berbagai informasi lain yang dapat membantu keputusan membeli properti.

    “Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2020 menunjukkan 77 persen responden mulai menganggap bahwa sumber informasi yang utama adalah portal properti dan 91 persen di antaranya memanfaatkan untuk mencari informasi harga,” kata Ike Hamdan. (S-BS/jr)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini