PRIORITAS, 20/8/26 (Palu): Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberi bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada lulusan serta mahasiswa Universitas Tadulako (Untad). Bantuan tersebut bertujuan mendorong generasi muda mengembangkan usaha pertanian di Sulawesi Tengah.
Mentan Amran menyerahkan bantuan itu saat menghadiri Dies Natalis ke-45 dan Wisuda Untad periode ke-138. Kegiatan tersebut berlangsung di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (20/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Amran mengajak sejumlah lulusan dan mahasiswa Untad naik ke podium. Ia kemudian mendengarkan langsung aspirasi mereka mengenai pengembangan usaha pertanian.
Amran juga langsung menawarkan dukungan bagi mereka yang ingin mengembangkan usaha berbasis lahan. Menurutnya, generasi muda harus berani mengubah potensi pertanian menjadi sumber pendapatan.
Dari bantuan alsintan hingga ternak
ANTARA News Sulteng melaporkan, bantuan yang diberikan Mentan cukup beragam dan menyasar kebutuhan usaha pertanian. Bantuan tersebut meliputi traktor tangan, sumur bor, combine harvester, traktor roda empat, dan ternak kambing.
Amran bahkan menegaskan bahwa pemerintah menyediakan sejumlah dukungan secara gratis. Ia menyebut hand tractor serta berbagai kebutuhan pengembangan komoditas dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai ketentuan program.
“Hand tractor gratis. Mau tanam bibit ada, ada bibit untuk Sulteng,” kata Amran dalam kegiatan tersebut. Ia juga menyebut bibit kelapa dan kakao tersedia bagi masyarakat.
Menurut Amran, calon penerima bantuan cukup menunjukkan lahan yang akan dikembangkan kepada dinas terkait. Dengan demikian, pemerintah dapat mengarahkan bantuan sesuai kebutuhan dan potensi lahan.
Dorong mahasiswa jadi pengusaha pertanian
Mentan menilai Sulawesi Tengah memiliki lahan dan sumber daya pertanian yang sangat luas. Karena itu, daerah tersebut memiliki peluang besar mengembangkan komoditas bernilai ekonomi.
Ia meminta lulusan dan mahasiswa Untad memanfaatkan pengetahuan selama menempuh pendidikan. Pengetahuan tersebut dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja.
Amran menilai generasi muda tidak cukup hanya mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan. Sebaliknya, mereka perlu mengambil peran sebagai penggerak ekonomi melalui sektor pertanian.
Karena itu, bantuan alsintan di Untad menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah bagi generasi muda. Pemerintah berharap fasilitas tersebut dapat meningkatkan produktivitas sekaligus membuka usaha baru.
Tujuh komoditas, anggaran tembus Rp9,5 triliun
Selain alsintan, Amran menyampaikan pemerintah menyediakan bibit kelapa dan kakao bagi masyarakat. Program tersebut menjadi bagian dari pengembangan komoditas strategis untuk memperkuat sektor perkebunan.
Pemerintah mengembangkan tujuh komoditas strategis melalui program tersebut. Komoditas itu meliputi kakao, kelapa, tebu, kopi, pala, mete, dan kemiri.
Untuk program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran mencapai Rp9,5 triliun. Anggaran itu mendukung pengembangan 870 ribu hektare kebun rakyat selama 2025–2027.
Pengembangan tersebut bertujuan memperkuat pasokan bahan baku industri sekaligus menciptakan lapangan kerja berkelanjutan. Karena itu, sektor pertanian tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Harapkan usaha baru di Sulawesi Tengah
Amran berharap penerima bantuan alsintan dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal. Penggunaan alsintan secara tepat dapat membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha pertanian.
Selain itu, dukungan pemerintah diharapkan mendorong lebih banyak anak muda masuk ke sektor pertanian. Dengan penguasaan teknologi dan akses terhadap sarana produksi, peluang usaha semakin terbuka.
Bagi Sulawesi Tengah, langkah tersebut menjadi peluang memperkuat sektor pertanian berbasis sumber daya lokal. Terlebih, wilayah ini memiliki lahan luas untuk pengembangan berbagai komoditas pertanian dan perkebunan.
Melalui bantuan alsintan, bibit, dan dukungan pengembangan komoditas, pemerintah ingin mempercepat produktivitas pertanian. Pada saat yang sama, generasi muda diharapkan tampil sebagai pencipta lapangan kerja baru. (P-*Ant/sm)








