PRIORITAS, 20/8/26 (Palu): Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menantang lulusan Universitas Tadulako (Untad) menjadi pencipta lapangan kerja. Ia meminta lulusan memanfaatkan potensi daerah untuk membangun usaha produktif.
Amran menyampaikan ajakan tersebut saat memberikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis ke-45 Untad. Ia juga menghadiri Wisuda Untad periode ke-138 di Palu, Kamis (20/8/26).
Menurut Amran, lulusan perguruan tinggi harus berani mengembangkan kemampuan setelah menyelesaikan pendidikan. Pengetahuan selama kuliah harus mereka ubah menjadi kegiatan produktif. Lulusan Untad harus menjadi pencipta kerja, bukan pencari kerja.
Selain menghasilkan pendapatan, kegiatan produktif itu harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, lulusan Untad perlu melihat peluang usaha di lingkungan sekitarnya.
Jangan minta uang, jangan minta warisan
Amran menyampaikan pesan tegas kepada para wisudawan Untad. Ia meminta generasi muda membangun kesuksesan melalui keberanian, kerja keras, dan kemandirian.
“Kalau mau sukses anak-anakku, dapat tekanan. Tekanan pertama adalah jangan minta uang,” kata Amran. Ia kemudian menyampaikan dua pesan berikutnya kepada para lulusan.
“Tekanan kedua, jangan minta warisan. Tekanan ketiga, jangan mendaftar-mendaftar, ciptakan lapangan kerja,” ujarnya. Pesan tersebut menekankan pentingnya keberanian membangun usaha sendiri.
Amran juga meminta lulusan tidak terpaku pada pekerjaan formal. Menurutnya, mereka harus mampu membaca peluang dan menciptakan kegiatan ekonomi baru.
Jadilah lulusan Untad pencipta kerja
Amran melihat Sulawesi Tengah memiliki potensi sumber daya yang besar. Menurutnya, sektor pertanian dapat menjadi salah satu pilihan utama bagi lulusan Untad.
“Ini Palu, ini Sulawesi Tengah, hamparannya luas. Tanami!” ujar Amran. Ia mendorong lulusan memanfaatkan lahan yang tersedia untuk kegiatan pertanian produktif.
Ia menilai peluang usaha tidak selalu membutuhkan latar belakang keluarga yang kuat. Setiap orang memiliki kesempatan meraih kesuksesan melalui kemampuan dan kerja keras.
Karena itu, Amran meminta para lulusan Untad memiliki keyakinan terhadap kemampuan diri. Kemauan bekerja keras juga menjadi modal penting menghadapi tantangan setelah kuliah.
Bantuan pertanian untuk anak muda
Dalam kesempatan tersebut, Amran juga menyampaikan dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian Sulawesi Tengah. Pemerintah menyiapkan sarana produksi dan bibit bagi masyarakat yang memiliki lahan.
Dukungan tersebut mencakup alat dan mesin pertanian serta berbagai jenis bibit. Pemerintah berharap bantuan itu dapat meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang usaha baru. bibit ada, ada bibit untuk Sulteng. Bibit kelapa, kakao, itu gratis,” kata Amran.
Dengan dukungan tersebut, lulusan Untad memiliki peluang mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Mereka juga dapat mengajak masyarakat sekitar masuk dalam rantai usaha pertanian.
Tujuh komoditas disiapkan, anggaran Rp9,5 triliun
Melansir Antara News Sulteng, Amran menjelaskan pemerintah mengembangkan tujuh komoditas strategis melalui program pengembangan perkebunan rakyat. Komoditas tersebut meliputi kakao, kelapa, tebu, kopi, pala, mete, dan kemiri.
Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp9,5 triliun untuk program tersebut. Targetnya mencapai pengembangan 870 ribu hektare kebun rakyat selama periode 2025–2027.
Program tersebut bertujuan memperkuat pasokan bahan baku industri. Selain itu, pemerintah ingin menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan melalui sektor pertanian.
Karena itu, Amran berharap lulusan Untad mengambil bagian dalam pengembangan potensi daerah. Ia ingin lulusan tidak hanya memperoleh pekerjaan, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan dorongan Kementerian Pertanian kepada generasi muda. Kementan juga mendorong lulusan pendidikan pertanian menjadi pengusaha dan pencipta lapangan kerja.
Dengan bekal pendidikan dan potensi daerah yang besar, lulusan Untad memiliki ruang untuk bergerak lebih luas. Tantangannya kini terletak pada keberanian memulai dan kemampuan mengembangkan usaha secara konsisten. (P-*Ant/sm)








