Membantu gula darah turun, lakukan latihan ringan ‘calf raises’

Harley DT
Sabtu, 6 Juni 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 6/6/26 (Jakarta): Tanpa perlu berolahraga berat – ke gym misalnya – ada sebuah latihan ringan sederhana, yang bisa membantu mengontrol gula darah. Latihan tersebut bisa dilakukan sambil berdiri dan juga sambil duduk.


Gerakan yang mampu membantu turunkan gula darah itu namanya calf raises atau latihan mengangkat betis ke atas dan ke bawah.

Dilansir dari detikhealth.com yang mengutip Times of India, inti dari gerakan ini adalah otot kecil bernama soleus yang tersembunyi jauh di dalam betis, di bawah otot yang lebih besar.

Tidak seperti banyak otot, terutama yang membakar gula tersimpan (glikogen) untuk energi cepat, soleus justru suka membakar glukosa, gula yang sulit diatur tubuh bagi pengidap diabetes.


Berdasarkan penelitian, terbukti bahwa mengaktifkan otot ini melalui latihan calf raises akan meningkatkan penyerapan glukosa langsung dari aliran darah.

Sebuah studi mengungkap bahwa latihan ini bisa menurunkan lonjakan gula darah setelah makan hingga 52 persen. Gerakan ini juga bisa meningkatkan sirkulasi darah dan mencegah pembentukan gumpalan darah yang mengancam jiwa akibat duduk terlalu lama.

Berikut adalah cara mudah melakukan calf raises. Duduk di kursi dengan meletakkan kedua kaki di atas lantai dengan rata kemudian tekan bagian telapak kaki sambil tetap menempelkan jari-jari kaki ke lantai. Selanjutnya, angkat tumit setinggi mungkin, lalu turunkan kembali.

Ulangi gerakan tersebut selama sekitar 3-5 menit atau sekitar 50 repetisi per menit jika merasa mampu. Lalu lanjutkan sesuai kemampuan.

Tak perlu lakukan olahraga berat, cukup dengan “calf raises” kadar gula darah kita bisa dikontrol. (Courtesy: kelasfitness.com)

Tips lain kendalikan gula darah

Selain calf raises, tips untuk mengendalikan gula darah, di antaranya kurangi makanan tinggi karbohidrat dan pilih makanan dengan indeks glikemik yang lebih rendah.

Hindari juga lonjakan kalori yang besar dengan mengonsumsi makanan dalam porsi yang lebih kecil, dan lakukan olahraga teratur.

Aktivitas itu bisa membantu tubuh menggunakan glukosa secara lebih efisien dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Jangan lupa, setelah makan, berjalan kaki sebentar juga bisa membantu mengontrol kadar gula darah dengan mendorong tubuh untuk menggunakan glukosa sebagai energi, bukan menyimpanannya.

Saat tubuh memecah karbohidrat setelah makan, kadar gula darah meningkat. Setelah makan, berjalan kaki atau berdiri bisa membantu otot menggunakan glukosa sebagai bahan bakar yang menurunkan gula darah. Bahkan berjalan kaki singkat 2-5 menit bisa menurunkan kadar gula darah.

Gejala diabetes bergantung pada seberapa tinggi kadar gula darah. Meski demikian, menurut spesialis penyakit dalam Prof Dr dr Ketut Suastika, SpPD-KEMD, ada gejala klasik atau khas dari penyakit ini yang perlu diwaspadai.

Gejala tersebut berupa polifagi atau banyak makan, polidipsi atau banyak minum, poliuria atau banyak buang air kecil, dan berat badan turun tanpa ada penyebab lain. (P-*/hdt)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan