Fasilitas pengayaan bahan nuklir, uranium, di Isfahan, Iran. Israel tetap meminta Amerika Serikat untuk menekan Iran membongkar semua fasilias nuklirnya.(iranobserver)PRIORITAS, 8/2/26 (Jerusalem): Pemerintah Israel tetap meminta Amerika Serikat (AS) untuk menekan Iran agar membongkar total proyek nuklirnya.
Menurut sumber politik, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari media Israel, Ynet Global, hari Minggu (8/2/2026), hal itu menjadi salahsatu misi utama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bertemu mendadak dengan Presiden AS, Donald Trump, hari Rabu pekan depan di Washington.
“posisi Israel yang akan disampaikan adalah harus ada penegasan pada pembongkaran total proyek nuklir Iran, nol pengayaan uranium, nol kemampuan pengayaan, dan pemindahan uranium yang diperkaya ke luar wilayah Iran”, ungkap sumber tersebut yang ingin merahasiakan identitasnya.
Israel juga menuntut kembalinya inspektur pengawasan nuklir internasional (IAEA) ke Iran, termasuk kunjungan mendadak ke lokasi yang dicurigai.
Selain itu, Israel meminta perjanjian AS dengan Iran harus mencakup pembatasan jangkauan rudal hingga 300 km, untuk memastikan mereka tidak dapat mengancam Israel.
Beri peringatan
Amerika Serikat sudah memberi sinyal peringatan kepada Iran tentang apa yang dipertaruhkan jika pembicaraan soal tuntutan AS gagal.
Utusan khusus AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, sudah melakukan pembicaraan awal tidak langsung dengan Menteri Luar Negari Iran, Abbas Araghchi, di Muscat, Oman.
Dalam pembicaraan tersebut, utusan AS sudah menekankan opsi serangan militer terhadap Iran tetap ada.
Sebaliknya, Menlu Iran, menyuarakan pengembangan nuklir di negaranya tidak akan berubah, dan ada kemungkinan negosiasi yang menguntungkan dengan AS.
Selain ingin membatasi jangkauan rudal balistik Iran dan AS juga mencegah Iran mempersenjatai proksinya di Timur Tengah.
AS telah menyampaikan tuntutan ini, tetapi belum jelas apakah Iran akan memenuhinya;
Iran dijadwalkan akan menyampaikan pada pertemuan berikutnya apa yang mereka sepakati untuk dibahas.
Kunjungan mendadak
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mempercepat kunjungannya ke Washington untuk bertemu Presiden Donald Trump.
Dari perspektif Netanyahu, tujuan kunjungan mendadaknya itu adalah untuk memastikan kepentingan Israel terlindungi dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.
Di Yerusalem, ada kekhawatiran tentang skenario di mana kesepakatan hanya akan terbatas pada masalah nuklir dan mengabaikan ancaman lain yang ditimbulkan Republik Islam terhadap Israel.
Sebuah sumber politik senior mengatakan alasan Netanyahu melakukan kunjungan ke Amerika Serikat, adalah untuk memengaruhi penerimaan syarat-syarat Israel dalam negosiasi AS dengan Iran.
Masih belum jelas seberapa layak permintaan tersebut, atau seberapa kuat Amerika Serikat akan bersikeras pada tuntutan Israel tersebut, meskipun hal itu sudah diangkat dalam pembicaraan awal di Oman.
Di Yerusalem, para pejabat mengetahui dari sumber-sumber Amerika, pembicaraan di Oman yang berlangsung selama delapan jam tanpa adanya terobosan.
Amerika Serikat menyetujui pertemuan lain, tetapi mengharapkan untuk mendengar proposal substantif dari Iran kali ini, daripada penundaan lebih lanjut.(P-Jeffry W)