Limanseto: Menuju target ekonomi 8 persen, RI siapkan mesin pertumbuhan baru. Apa itu?

Jeffrey Rawis
Kamis, 20 Agustus 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 20/8/26 (Jakarta): Sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen, pemerintah menyiapkan sejumlah sumber pertumbuhan baru. “Pemerintah terus memastikan momentum pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga melalui penguatan fundamental ekonomi dan percepatan kebijakan prioritas. Berbagai langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat investasi, serta menciptakan sumber pertumbuhan baru yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas,” kata Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, di Jakarta, Rabu (19/8/26) kemarin.

Limanseto menambahkan, arah kebijakan saat ini menjadi penting di tengah risiko global yang masih dipengaruhi ketidakpastian geopolitik. Pemerintah, menurutnya, terus mempercepat hilirisasi dan memperkuat rantai pasok nasional sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru.

Sampai 2026, pemerintah telah melakukan groundbreaking 26 proyek hilirisasi yang mencakup pengolahan batu bara menjadi DME (Dimethyl Ether), hilirisasi tembaga dan emas, garam industri, alumina menjadi aluminium, serta waste to energy.

Asal tahu saja, proyek-proyek tersebut diperkirakan menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Pengembangan bank emas dan optimalisasi pengelolaan devisa

Di samping hilirisasi itu, penguatan pengelolaan sumber daya alam dilakukan melalui pengembangan bank emas dan optimalisasi pengelolaan devisa hasil ekspor (DHE). Bank Emas yang dikelola Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) telah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp360 triliun atau sekitar 20 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Sedangkan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) telah mengelola DHE sebesar 14 miliar dolar AS dari tiga komoditas strategis dalam 2 bulan 13 hari operasional.

Juga, Danantara DSI memonitor lebih dari 6.500 transaksi ekspor untuk memperkuat tata kelola dan mencegah praktik under invoicing maupun transfer pricing.

Transformasi BUMN untuk tingkatkan efisiensi dan kontribusi

Selanjutnya di sisi kelembagaan, pemerintah juga melakukan transformasi badan usaha milik negara (BUMN) untuk meningkatkan efisiensi dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Diketahui, dari total 1.074 BUMN termasuk anak dan cucu usaha, sebanyak 290 telah ditutup. Pemerintah menargetkan jumlah maksimum BUMN menjadi 300.

Lalu, sejalan dengan transformasi tersebut, laba BUMN meningkat dari Rp186 triliun pada 2024 menjadi Rp326 triliun pada 2025 atau tumbuh 75,3 persen.

Siapkan 10 transformasi termasuk dwi-kewarganegaraan

Limanseto menyampaikan, memasuki 2027, pemerintah menyiapkan 10 transformasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas produksi hingga daya saing.

Adapun 10 transformasi tersebut meliputi renovasi 10 ribu Puskesmas, pembangunan dan revitalisasi 441 RSUD, renovasi sekolah, bursa mineral dan komoditas Indonesia, optimalisasi aset BUMN, pengembangan 100 gigawatt (GW) energi surya, Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII), Danantara Development Management Fund (DDMF), elektrifikasi mobilitas rakyat, serta kebijakan dwi-kewarganegaraan.

Semua agenda itu, lanjutnya, diarahkan guna memperkuat mesin pertumbuhan ekonomi melalui transformasi sisi penawaran, peningkatan sektor bernilai tambah tinggi, revitalisasi sektor ekonomi yang resilien, serta peningkatan daya saing investasi dan ekspor.

Sejalan dengan itu, demikian Antara, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi menuju 8 persen dengan dukungan investasi, industri, dan produktivitas, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan menciptakan lapangan kerja.

“Berbagai agenda transformasi yang disiapkan untuk 2027 merupakan bagian dari upaya Pemerintah membangun sumber pertumbuhan baru yang lebih produktif dan berkelanjutan. Melalui penguatan sektor strategis dan peningkatan daya saing, Pemerintah ingin memastikan pertumbuhan ekonomi semakin tinggi sekaligus semakin inklusif,” kata Haryo Limanseto. (P-*/jr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025