
Pemkab Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menerima tambahan dukungan pasokan listrik tiga unit genset dari pemerintah pusat dan PT PLN. (Foto Ilustrasi/AI)PRIORITAS, 23/4/2026 (SITARO): Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) terus bergerak mengatasi persoalan listrik yang kerap dikeluhkan masyarakat. Terbaru, daerah ini menerima tambahan pasokan listrik berupa tiga unit genset dan direncanakan juga PLTS 6 MWp sebagai hasil kolaborasi dengan pemerintah pusat dan PT PLN (Persero).

Tiga unit genset tersebut terdiri dari dua unit berkapasitas 250 KVA dan satu unit 200 KVA. Bantuan ini diharapkan menjadi solusi jangka pendek untuk menjaga stabilitas pasokan listrik di tengah keterbatasan pembangkit yang ada.
Baca juga: Pemkab Sitaro rilis jadwal penerbangan Susi Air dan layanan angkutan bandara
Di saat bersamaan, tim PLN Nusa Daya telah turun langsung melakukan survei lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6 MWp.

Pemerintah daerah menyiapkan lahan seluas 7 hektare sebagai bagian dari rencana penguatan sistem kelistrikan berbasis energi terbarukan di wilayah kepulauan tersebut.
Langkah ini dinilai strategis, mengingat kondisi geografis Sitaro yang terdiri dari pulau-pulau kecil membutuhkan sistem energi yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Upaya ini merupakan tindak lanjut dari proposal yang sebelumnya diajukan Pemkab Sitaro ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, sekaligus memanfaatkan momentum kunjungan pemerintah pusat.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Sitaro, Plt Sekda Sitaro, Eddy Salindeho, dalam pernyataannya menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi terbaik bagi masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa tambahan genset ini menjadi langkah awal untuk mengurangi beban krisis listrik, sembari menunggu realisasi proyek PLTS sebagai solusi jangka panjang.
“Ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya listrik, dapat terpenuhi secara bertahap,” ujarnya.
Meski bantuan genset dinilai membantu, masyarakat berharap upaya ini tidak berhenti sebagai solusi sementara. Kehadiran PLTS 6 MWp diharapkan menjadi titik balik dalam penyediaan listrik yang lebih stabil, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di Sitaro.
Dengan kombinasi solusi darurat dan rencana energi terbarukan, pemerintah daerah kini dituntut memastikan seluruh program berjalan tepat waktu dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (P-*/sm)

