Ketika pasien terjebak tren kecantikan: Simak nasihat bijak dokter ‘Skin Clinic’

Rebecca Wilhelmina T
Senin, 28 September 2026
4 menit membaca

PRIORITAS, 28/9/26 (Jakarta): Pernahkah Anda berkaca dan merasa bentuk rahang atau bibir Anda kurang sesuai dengan apa yang sedang viral di TikTok atau Instagram?


Beberapa tahun terakhir, standar kecantikan di media sosial seolah keluar dari cetakan yang sama: dagu lancip V-shape, pipi tirus, dan bibir tebal merekah yang seksi.

Pengaruh filter digital, foto selebriti, hingga konten beauty transformation masif membuat banyak orang berbondong-bondong datang ke klinik estetika demi mengejar standar ini.

Korea Selatan memang lama dikenal sebagai kiblat tren wajah V-shape. Namun di Indonesia, tren ini sempat bergeser ke arah yang salah kaprah. Sepanjang tahun 2026, dunia estetika Tanah Air mencatat adanya fenomena ekstrem di mana sebagian orang nekat “memvermak” wajah secara berlebihan.


Hasilnya? Bukannya proporsional, wajah justru terlihat tidak natural dan tampak seperti karakter kartun.

Lantas, bagaimana kita harus menyikapi fenomena ini agar tidak terjebak dalam FOMO (Fear of Missing Out) skincare dan tren kecantikan yang keliru?

Edukasi vs keinginan pasien

Persiapan operasi wajah. (Ilustrasi foto: Antara/Shutterstock)

Menyikapi fenomena pasien yang terobsesi pada tren, tim dokter Carla Skin Clinic menyatakan bahwa keputusan untuk mengubah penampilan pada akhirnya berada di tangan pasien. Namun, proses edukasi medis yang komprehensif adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

“Yang utama, kami selalu melihat kondisi pasien terlebih dahulu dan menjelaskan apa yang paling sesuai. Pasien kadang tetap punya keinginannya sendiri yang kokoh. Tugas kami adalah memastikan mereka sudah mendapatkan penjelasan yang komprehensif, baik dan buruknya,” ujar tim dokter Skin Care tersebut.

Dokter sering kali menghadapi pro dan kontra saat pasien bersikeras ingin wajahnya meniru figur publik tertentu secara identik.

“Kami selalu sampaikan bahwa hasilnya tidak akan bisa 100 persen sama. Setiap orang memiliki struktur dan bentuk anatomi wajah yang berbeda,” tambah mereka, sebagaimana dilansir dari carlaskinclinic.com edisi medio September 2026.

Dikatakan, sebagai alternatif, dokter akan memberikan opsi perawatan yang lebih aman dan rasional. Misalnya, tindakan filler untuk memancungkan hidung atau mengisi volume bibir tetap harus menghitung proporsi asli wajah pasien agar hasilnya tetap harmonis dan seimbang.

Panduan aman mengikuti tren kecantikan

Hal yang tidak akan pernah ketinggalan zaman adalah wajah yang sehat, proporsional, dan dirawat dengan penuh rasa tanggung jawab.(Ilustrasi foto: Alodokter)

Agar Anda tidak terjebak dalam tren kecantikan yang salah kaprah, tim dokter Carla Skin Clinic membagikan 3 panduan utama sebelum Anda memutuskan mengambil tindakan estetika:

  1. Pahami dahulu anatomi wajah sendiri

Tren adalah cetakan massal, sedangkan wajah Anda adalah karya yang unik. Tidak semua struktur tulang cocok dengan dagu lancip dan pipi tirus. Seseorang yang memiliki pipi berisi alami justru akan terlihat jauh lebih tua jika dipaksa ditiruskan secara ekstrem. Tugas dokter adalah mencari titik temu antara keinginan Anda dan struktur anatomi asli wajah.

  1. Bedah tuntas cara mencapainya (bukan sulap instan)

Mendapatkan kontur wajah tegas dan bibir bervolume biasanya membutuhkan kombinasi perawatan, bukan satu kali sulap.

Untuk kontur rahang dan pipi: Menggunakan treatment yang merangsang produksi kolagen serta mengencangkan kulit demi garis rahang yang tegas.

Untuk bibir tebal alami: Menggunakan filler asam hialuronat (hyaluronic acid) untuk menambah volume secara proporsional.

  1. Keamanan dan proporsi adalah nomor satu

Standar kecantikan bisa berubah setiap tahun, tetapi kesehatan dan keamanan medis tidak pernah berubah. Pastikan produk yang disuntikkan ke wajah Anda aman, teknik dokternya benar, dan hasilnya tetap membuat Anda mengenali diri sendiri—bukan menjadi orang lain.

Cantik tanpa mengorbankan karakter diri

Selain tindakan di klinik, tim dokter Carla Skin Clinic juga mengingatkan faktor krusial yang sering diabaikan: gaya hidup. Hasil kontur wajah dan filler bibir yang menawan hanya akan bertahan lama jika diimbangi dengan perawatan rutin di rumah (homecare) serta kontrol berkala ke dokter.

Secantik apa pun tren yang sedang booming di media sosial, hal yang tidak akan pernah ketinggalan zaman adalah wajah yang sehat, proporsional, dan dirawat dengan penuh rasa tanggung jawab.

Jangan berdalih mengejar tren sampai lupa pada jati diri wajah sendiri. Ingat, tujuan akhir dari estetika medis bukanlah membuat 100 orang memiliki wajah yang seragam, melainkan membantu satu orang menjadi versi terbaik dan paling percaya diri dari dirinya sendiri. (P-*/rwt)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan