Ia menjelaskan Airbus tidak hanya menjadi mitra strategis bagi Indonesia, tetapi juga memiliki rekam jejak panjang dalam industri dirgantara. Rachmat turut mengapresiasi komitmen Airbus dalam melakukan pembaruan pesawat pada tahun ini, yang dinilai sangat mengesankan.
Terkait kebutuhan armada nasional, Airbus menyatakan kesiapannya mempercepat proses pengiriman pesawat dengan estimasi waktu sekitar 24 bulan sejak kontrak ditandatangani.
Penerbangan ultra jarak jauh
Airbus juga menawarkan pilihan pesawat berbadan lebar untuk penerbangan ultra jarak jauh, sehingga memungkinkan Indonesia terhubung langsung dengan berbagai kota dunia seperti New York dan London. Pesawat tersebut memiliki kapasitas hingga sekitar 480 penumpang, bergantung pada konfigurasi kabin.
Selain itu, Airbus membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) di kawasan Asia-Pasifik, baik untuk kebutuhan penerbangan komersial maupun sektor pertahanan.
Menanggapi hal itu, Rachmat Pambudy menegaskan kerja sama antara pemerintah dan Airbus tidak seharusnya terbatas pada pengadaan pesawat saja.

