Pemerintah dorong pengembangan industri Dirgantara lewat kerja sama dengan Airbus

Zamir Ambia
Jumat, 6 Maret 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 6/3/26 (Jakarta): Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy membahas penguatan kemitraan strategis sekaligus peluang pengembangan industri dirgantara nasional secara berkelanjutan bersama Airbus.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk mempererat kerja sama strategis Indonesia, sekaligus mendorong transformasi sektor transportasi udara serta memperkuat pengembangan industri dirgantara nasional agar mampu bersaing di tingkat global.

“Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada konektivitas udara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta mobilitas masyarakat. Inovasi teknologi dan efisiensi operasional pesawat jadi faktor penting dalam menjawab kebutuhan itu,” katanya saat menerima kunjungan Presiden Airbus Asia-Pacific Anand Stanley, dari keterangan resmi di Jakarta, Jumat (6/3/26).

Ia menjelaskan Airbus tidak hanya menjadi mitra strategis bagi Indonesia, tetapi juga memiliki rekam jejak panjang dalam industri dirgantara. Rachmat turut mengapresiasi komitmen Airbus dalam melakukan pembaruan pesawat pada tahun ini, yang dinilai sangat mengesankan.

Terkait kebutuhan armada nasional, Airbus menyatakan kesiapannya mempercepat proses pengiriman pesawat dengan estimasi waktu sekitar 24 bulan sejak kontrak ditandatangani.

Penerbangan ultra jarak jauh

Airbus juga menawarkan pilihan pesawat berbadan lebar untuk penerbangan ultra jarak jauh, sehingga memungkinkan Indonesia terhubung langsung dengan berbagai kota dunia seperti New York dan London. Pesawat tersebut memiliki kapasitas hingga sekitar 480 penumpang, bergantung pada konfigurasi kabin.

Selain itu, Airbus membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) di kawasan Asia-Pasifik, baik untuk kebutuhan penerbangan komersial maupun sektor pertahanan.

Menanggapi hal itu, Rachmat Pambudy menegaskan kerja sama antara pemerintah dan Airbus tidak seharusnya terbatas pada pengadaan pesawat saja.

“Penguatan ekosistem dirgantara nasional mencakup pengembangan sumber daya manusia, sistem perawatan dan pemeliharaan (MRO), serta peningkatan kapasitas industri dalam negeri agar Indonesia tak hanya menjadi pasar, tetapi juga pusat pertumbuhan industri dirgantara kawasan,” tutur Kepala Bappenas.
Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025