

Gunung Soputan dan kawasan hutan lindung yang terbakar. (Foto kolase, Antara/merdeka17.id)

PRIORITAS 6/8/26 (Manado) : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut), melaporkan kebakaran hutan lindung Gunung Soputan meluas hingga mencapai 300 hektare. Sementara Polda mengerahkan pasukan dan helikopter.
“Sejak kejadian pada Minggu (2/8/2026), kami perkirakan (kebakaran) sudah mencapai 300 hektare atau bahkan lebih,” kata Julex Wanga, Kepala Bidang Logistik BPBD Sulut, dikutip Antara.
Dia menyebutkan, angin yang terus bertiup kencang menjadi pemicu meluasnya kebakaran di kawasan hutan lindung Gunung Soputan.Titik api bahkan muncul bergantian, beberapa waktu padam, kemudian muncul lagi di tempat lainnya. “Hingga semalam ada sekitar empat sampai lima titik, dan itu luas,” katanya.

Personel gabungan dari jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, pecinta alam, komunitas hingga masyarakat terus berupaya maksimal memadamkan api yang terus meluas. Di hari kedua, luas kawasan lindung yang terbakar diperkirakan mencapai 50-100 hektare.
Polda kerahkan helikopter
Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulut mengerahkan Helikopter Polisi P-3002 melakukan pemantauan udara.
Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan kebakaran sekaligus memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Pemantauan udara dipimpin langsung Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol. Ferry Raimond Ukoli, didampingi Direktur Polairud Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas, Direktur Samapta Kombes Pol. Mohamad Zamroni, serta Dansat Brimob Kombes Pol. Robby M. Samban.
Helikopter P-3002 lepas landas dari Bandara Internasional Sam Ratulangi pukul 15.07 Wita dengan kru yang terdiri dari Kompol M. Nur sebagai pilot, Ipda Surya sebagai co-pilot, Aiptu Mivi selaku mekanik, Bripda Akbar sebagai helper, dan Ipda Bilal Khatami sebagai Flight Operation Officer (FOO).
Dari hasil pemantauan udara, tim masih menemukan sejumlah titik yang mengeluarkan kepulan asap di sekitar lereng Gunung Soputan. Meski demikian, sebagian besar area yang sebelumnya terbakar telah berhasil dipadamkan melalui kerja sama TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, dan unsur terkait lainnya.
Helikopter kemudian kembali mendarat dengan selamat di Bandara Sam Ratulangi pukul 16.17 WITA setelah berhasil mengumpulkan data visual sebagai bahan evaluasi dan penentuan langkah penanganan lanjutan.
Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol. Ferry Raimond Ukoli menjelaskan, peninjauan udara dilakukan atas instruksi Kapolda Sulut untuk memastikan proses pemadaman telah berjalan optimal.
“Dalam peninjauan ini kami memastikan lahan yang sebelumnya dipadamkan benar-benar aman dan tidak terdapat titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali,” ujarnya dikutip merdeka17.id.
Ia menambahkan, jajaran Polres Minahasa Tenggara telah diperintahkan terus berkoordinasi dengan TNI dan pemerintah daerah untuk melakukan pendinginan lahan serta mengantisipasi munculnya titik api baru.
Polda Sulut juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta tetap menggunakan masker apabila kualitas udara menurun akibat sisa asap kebakaran.(P/dg)

