PRIORITAS, 3/1/2026 (Tanjungpinang): Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyiapkan Tanjungpinang sebagai pusat industri baru guna mendorong pemerataan ekonomi dan mengurangi ketimpangan pertumbuhan antarwilayah yang selama ini masih terpusat di Batam.
Informasi yang diperoleh dari Pemprov Kepri, Sabtu (3/1/25) menyebutkan, rencana ini menjadi salah satu fokus utama dalam Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) dan Kadin Kepri 2025 yang digelar di Hotel Aston Tanjungpinang, awal pekan ini.
Ketua Umum Kadin Kepri, Achmad Ma’ruf Maulana, menilai pengembangan kawasan industri di ibu kota provinsi sangat strategis. Selain memiliki ketersediaan lahan, Tanjungpinang juga berada di jalur perdagangan regional yang potensial.
“Pemerataan investasi perlu diperluas ke luar Batam. Tanjungpinang memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi baru,” ujarnya.
Pengembangan kawasan industri difokuskan di Dompak dan Senggarang dengan total lahan sekitar 1.900 hektare. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat industri terintegrasi, logistik, serta basis ekonomi kreatif.
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan, Pemprov Kepri telah menyiapkan langkah konkret berupa penyiapan infrastruktur dasar, penataan tata ruang, serta kemudahan perizinan guna menarik minat investor.
“Lahan di Dompak dan Senggarang dapat dikembangkan menjadi kawasan industri terintegrasi dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi Kepri di luar Batam,” ujarnya.
Nyanyang menambahkan, pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang saat ini masih berada di angka 2,9 persen, sehingga pengembangan kawasan industri dinilai mendesak untuk menciptakan pusat ekonomi baru dan membuka lapangan kerja.
Pemprov Kepri juga menegaskan komitmen memberikan stimulus nonfiskal, penyederhanaan perizinan, serta penyediaan infrastruktur pendukung investasi agar pembangunan kawasan industri berjalan optimal. (P-Jeff K)