Krisis Air di Bintan, debit Waduk Gesek tinggal 30 cm. (Istimewa)PRIORITAS, 28/3/2026 (Bintan): Krisis air bersih mulai dirasakan di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, seiring menyusutnya debit air di Waduk Gesek, Kecamatan Toapaya, yang kini hanya tersisa sekitar 30 sentimeter.
Kondisi waduk terlihat mengkhawatirkan dengan dasar lumpur mulai mengering dan aliran air menuju instalasi pengolahan menjadi tersendat. Penyusutan ini berdampak langsung pada distribusi air bersih kepada masyarakat.
Sebagai langkah darurat, PDAM Tirta Kepri melakukan berbagai upaya di lapangan, mulai dari membuat alur air secara manual hingga membangun tanggul sementara untuk menahan sisa air agar tidak terbuang ke laut.
Kepala Seksi Produksi PDAM Tirta Kepri, Ali Sutarwin, menjelaskan bahwa penyusutan air terjadi sangat cepat, dari sebelumnya sekitar dua meter kini tinggal 30 sentimeter, dengan penurunan mencapai 4–5 sentimeter per hari. “Ini upaya jangka pendek agar sisa air yang ada tetap bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Saat ini, PDAM masih mampu melayani sekitar 2.000 pelanggan secara optimal. Sementara itu, sekitar 5.000 pelanggan lainnya dialihkan pasokan airnya dari Waduk Sungai Pulai.
Meski distribusi masih berjalan 24 jam, tekanan air diturunkan dari normal 40 Hz menjadi 30 Hz, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas layanan.
Jika tidak ada hujan dalam waktu dekat, ketersediaan air di wilayah Gesek diperkirakan hanya mampu bertahan dua hingga tiga minggu ke depan.
Pihak PDAM berharap curah hujan segera turun untuk menambah cadangan air baku, mengingat musim kemarau yang masih berlangsung telah memperparah kondisi pasokan air di wilayah Bintan. (P-Jeff K)