PRIORITAS, 21/8/26 (Jakarta): Hyundai Motors Indonesia (HMID) merespons polemik Hyundai Ioniq 5 milik influencer Aa Juju. Kasus ini mencuat setelah Aa Juju membagikan pengalaman menggunakan mobil listrik tersebut sekaligus mengeluhkan layanan purnajual Hyundai.
Ioniq 5 alami sejumlah kendala
Aa Juju membeli Ioniq 5 secara tunai. Tidak lama setelah pemakaian, mobil itu mengalami sejumlah kendala, mulai dari gagal melakukan pengisian daya cepat atau fast charging hingga kendaraan tidak dapat menyala. Ia kemudian membagikan keluhan tersebut melalui media sosial hingga menjadi viral.
Masalah pertama muncul saat Ioniq 5 miliknya gagal melakukan fast charging. Aa Juju kemudian mendatangi Hyundai Motorstudio Senayan Park untuk mencari solusi. Setelah itu, pihak Hyundai mengarahkan Aa Juju mencoba sejumlah SPKLU lain, tetapi masalah pengisian cepat tetap muncul.
Persoalan berlanjut ketika mobil tidak dapat menyala setelah Aa Juju memarkirnya secara paralel dalam waktu cukup lama. Teknisi Hyundai memeriksa kendaraan dan mengganti aki 12 volt. Menurut mekanik Hyundai, kondisi tertentu saat parkir paralel dapat membuat sistem kelistrikan tetap aktif sehingga menguras daya aki.
Aa Juju juga mengeluhkan gangguan pada head unit. Ia kembali memanggil teknisi untuk menangani masalah tersebut. Pengalaman itu membuat Aa Juju menilai respons dan penanganan layanan purnajual Hyundai belum memenuhi harapannya.
Cekcok dengan supervisor dealer
Keluhan Aa Juju kemudian berkembang setelah ia mempertanyakan informasi mengenai parkir paralel kepada tenaga penjual. Ia mengaku menerima penjelasan berbeda dari sales dan mekanik. Menurut Aa Juju, persoalan parkir paralel sudah ia tanyakan sebelum membeli Ioniq 5.
Aa Juju lalu mendatangi dealer Hyundai Gowa Fatmawati untuk meminta penjelasan. Pertemuan tersebut memicu perdebatan dengan Sales Supervisor Hyundai Gowa Fatmawati, Widay Markus. Aa Juju kemudian mengunggah rekaman perdebatan itu ke media sosial hingga mendapat perhatian publik.
Polemik tidak hanya membahas kendala teknis Ioniq 5, tetapi juga menyoroti komunikasi antara konsumen dan tenaga penjual. Pernyataan Widay dalam video turut menjadi sorotan setelah ia mempertanyakan jaminan keamanan kendaraan saat parkir paralel.
Hyundai sampaikan permintaan maaf
Hyundai Motors Indonesia kemudian meminta maaf kepada Aa Juju. Head of Brand Interactive Hyundai Motors Indonesia Rouli Sijabat mengatakan perusahaan menerima masukan konsumen dan terus menelusuri persoalan tersebut untuk menemukan solusi.

“Atas nama Hyundai Indonesia, kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan dan situasi yang dialami oleh pelanggan kami, baik terkait pengalaman penggunaan produk maupun layanan dari tim sales dan aftersales kami,” ujar Rouli.
Widay selaku Sales Supervisor Hyundai Gowa Fatmawati juga meminta maaf secara terbuka kepada Aa Juju. Ia mengakui sikap dan pelayanannya dalam persoalan tersebut tidak semestinya. Widay juga menyatakan kasus ini menjadi pembelajaran untuk memperbaiki pelayanan kepada konsumen.
“Saya Widay atas nama pribadi berniat ingin meminta maaf kepada Kakak Juju atas sikap pelayanan saya yang tidak baik dan tidak semestinya,” ujar Widay.
Hyundai kini menelusuri persoalan kendaraan serta pelayanan sales dan aftersales dalam kasus tersebut. Polemik ini tidak hanya menyangkut kendala teknis Ioniq 5, tetapi juga pengalaman konsumen saat mencari solusi melalui jaringan dealer Hyundai. (P-*r/Zamir Ambia)








