PRIORITAS, 23/8/26 (Pontianak): Kebakaran hutan dan lahan kembali memicu kabut asap pekat di wilayah Kalimantan Barat. Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Pontianak dr. Rista Lestari mengingatkan masyarakat mengenai bahaya polusi asap ini bagi paru-paru anak pada Minggu (23/8/2026).
Dokter spesialis anak tersebut menegaskan bahwa setiap hisapan udara tercemar membawa racun berbahaya ke organ tubuh anak. Oleh karena itu, orang tua harus memandang isu kabut asap ini sebagai ancaman serius bagi keselamatan balita.
Orang tua harus amati perubahan cara bernapas dan perilaku anak
Rista meminta para orang tua agar tidak membiarkan anak-anak menghirup udara beracun tanpa alat pelindung. Selanjutnya, ia menyarankan keluarga untuk membatasi kegiatan di luar rumah serta memindahkan aktivitas olahraga ke dalam ruangan.
Sebab, balita dan bayi belum mampu mengungkapkan rasa sakit saat mengalami gangguan pernapasan secara jelas. Bahkan, anak-anak yang terpapar asap sering kali hanya menunjukkan gejala rewel, lemas, hingga kehilangan nafsu makan.
Akhirnya, IDI mendorong pemerintah setempat untuk mengambil langkah tegas guna memadamkan sumber kebakaran lahan. Dengan demikian, seluruh pihak dapat melindungi kesehatan organ paru anak-anak sejak dini secara maksimal. (P-Gio R)








